> >

Putin Umumkan Mobilisasi Parsial, Warga Rusia Panik, Tiket Pesawat ke Luar Negeri Ludes!

Krisis rusia ukraina | 21 September 2022, 20:56 WIB
Ilustrasi. Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu saat menghadiri Forum Teknik dan Militer Internasional di Moskow, 15 Agustus 2022. Pada Rabu (21/9/2022), pengumuman mobilisasi parsial oleh Presiden Vladimir Putin dilaporkan menimbulkan kepanikan di Rusia hingga warga berbondong-bondong ingin pergi. (Sumber: Sputnik//Pool Kremlin via AP)

MOSKOW, KOMPAS.TV - Pengumuman mobilisasi parsial oleh Presiden Vladimir Putin dilaporkan menimbulkan kepanikan di Rusia. Pada Rabu (21/9/2022), tiket penerbangan ke luar negeri ludes usai pengumuman mobilisasi ke Ukraina.

Sebelumnya, Putin mengumumkan mobilisasi 300.000 cadangan militer untuk membantu upaya perang di Ukraina. Kremlin pun dikhawatirkan akan meningkatkan status mobilisasi dan menutup perbatasan di kemudian hari.

Setelah pengumuman tersebut, nomor-nomor penerbangan ke luar Rusia penuh dengan cepat, dan tiket yang masih ada harganya meroket.

Baca Juga: Putin Mobilisasi 300.000 Tentara Tempur Tambahan, Inilah Rentang Masa Serangan Rusia ke Ukraina

Akibat sanksi Barat usai invasi ke Ukraina, hanya terdapat segelintir penerbangan langsung ke luar Rusia; di antaranya penerbangan dari Moskow ke Beograd, Serbia dan Istanbul, Turki dan Dubai, Uni Emirat Arab.

Tiket maskapai Air Serbia dan Turkish Airlines untuk penerbangan ke luar Rusia selama beberapa hari ke depan telah ludes.

Sementara itu, Associated Press melaporkan, harga tiket penerbangan dari Moskow ke Istanbul atau Dubai meroket hingga 9.200 euro atau sekitar Rp137 juta.

Usai dekrit mobilisasi Putin, laporan mengenai kepanikan masyarakat Rusia melanda media sosial. Sejumlah warganet membuat unggahan tentang warga Rusia yang diduga batal kembali ke Rusia di Georgia dan lumpuhnya situsweb BUMN perkeretaapian Rusia karena terlalu banyak orang yang mencari cara ke luar negeri.

Media-media sosial Rusia pun dipenuhi saran bagaimana cara menghindari mobilisasi atau meninggalkan negara itu.

Baca Juga: Perberat Hukuman bagi Desertir, Rusia Amandemen KUHP, Jaga Disiplin di Ukraina?

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Associated Press


TERBARU