> >

Mengharukan, 2 dari 3 Lumba-lumba Hampiri Menteri LHK Usai Dilepas ke Laut, Seakan Berterima Kasih

Kompas dunia | 6 September 2022, 12:56 WIB
Satu dari dua lumba-lumba (kiri bawah) menghampiri menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, tersenyum seakan mengucapkan pamit. (Sumber: Kementerian LHK)

BALI, KOMPAS.TV — Tiga lumba-lumba hidung botol atau bottlenose dolphin dilepaskan ke laut lepas di Indonesia hari Sabtu, (3/9/2022) setelah bertahun-tahun dikurung untuk hiburan para turis yang akan menyentuh dan berenang bersama mereka.

Saat bendera merah putih Indonesia berkibar, gerbang bawah laut dibuka dari pulau Bali untuk memungkinkan tiga lumba-lumba hidung botol, Johnny, Rocky dan Rambo,  berenang bebas di Bali, tepatnya di perairan Taman Nasional Bali Barat seperti laporan Associated Press, Selasa, (6/9/2022).

Peristiwa mengharukan terjadi usai tiga lumba-lumba dilepas menteri LHK Siti Nurbaya Bakar bersama Plt Dirjen KSDAE Suharyono, dan Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik, Indra Exploitasia.

Dua ekor lumba-lumba tampak menghampiri Siti Nurbaya Bakar, seperti tersenyum, seolah-olah ingin mengucapkan terima kasih, sebelum berenang ke lautan lepas.

Adegan lumba-lumba tersenyum itu terlihat dalam video yang dibagikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, di akun Instagramnya.

Ketiganya diselamatkan tiga tahun lalu dari kolam kecil mereka di sebuah hotel resor tempat mereka dijual setelah menghabiskan bertahun-tahun tampil di sirkus keliling.

Baca Juga: Contoh Sukses Konservasi Perairan, Kehadiran Lumba-Lumba Meningkat Drastis di Sungai Tagus Portugal

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Prof. Siti Nurbaya menekankan bahwa penyelamatan satwa sebagai komponen penting dari rantai makanan dalam suatu ekosistem harus terus diupayakan menggunakan metode yang mengacu pada rules based, scientific based dan evident based, untuk bisa menjadi referensi di masa depan. 

“Kerjasama antara KLHK dengan mitra dalam penyelamatan satwa juga harus dilakukan untuk mencapai tujuan negara dalam melindungi dan memulihkan keanekaragaman hayati Indonesia,” ungkap Siti Nurbaya saat pelepasliaran seperti dikutip dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Ketiga lumba-lumba hidung botol itu mendapatkan kembali kesehatan dan kekuatan mereka di cagar alam Bali, sebuah kandang terapung di teluk yang memberikan lingkungan yang lebih lembut dan lebih alami.

Lincoln O'Barry, yang bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk mendirikan Pusat Rehabilitasi, Pelepasan, dan Pensiun Umah Lumba, mengatakan lumba-lumba adalah hewan liar yang seharusnya hidup bebas.

"Itu adalah pengalaman yang sangat emosional melihat mereka pergi," kata O'Barrry.

Ketiga lumba-lumba yang dilepasliarkan di Indonesia segera berenang ke laut lepas. Tetapi sebelum keberangkatan mereka, mereka mengelilingi tempat penyelamatan.

"Mereka berbalik dan kembali kepada kami sekali lagi, untuk mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal. Dan kemudian mereka langsung menuju ke laut terbuka dan menghilang," kata Lincoln O'Barry.

"Ke mana tujuan mereka selanjutnya, kami tidak tahu. Tapi kami berharap mereka panjang umur."

Pusat ini diinisiasi pada tahun 2019 oleh Dinas Kehutanan Bali dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia. "Umah lumba" berarti "lumba-lumba" dalam bahasa Indonesia.

Baca Juga: 3 Lumba-lumba di Bali Dilepasliarkan, Salah Satunya Gunakan Gigi Palsu

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Plt Dirjen KSDAE Suharyono, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik, Indra Exploitasia saat melepas tiga lumba-lumba hidung botol di Bali, Sabtu, (3/9/2022) (Sumber: AP Photo/Dolphinproject)

Untuk beberapa saat setelah gerbang dibuka, lumba-lumba melihat ke arah bukaan, tidak yakin dengan langkah mereka selanjutnya. Tapi setelah sekitar satu jam, mereka dalam perjalanan, terkadang melompati ombak yang berombak.

Associated Press menyaksikan pelepasan tiga lumba-lumba itu  melalui streaming langsung online. O'Barry mendokumentasikan rilis dengan drone udara dan drone bawah air untuk sebuah film.

Pemerintah Indonesia mendukung penyelamatan lumba-lumba, bekerja sama dengan Dolphin Project, yang didirikan oleh ayah Lincoln, Ric O'Barry, yang juga ikut dalam pelepasliaran.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV/Associated Press/KLHK


TERBARU