> >

Ledakan di Masjid Afghanistan, 18 Orang Tewas Termasuk Seorang Ulama Taliban

Kompas dunia | 2 September 2022, 19:33 WIB
Sebuah ledakan terjadi di salah satu masjid di kota Herat, Afghanistan Barat, menewaskan 18 orang termasuk salah satu ulama Taliban. (Sumber: Twitter @BNNAfghanistan)

HERAT, KOMPAS.TV - Sebuah ledakan terjadi di Masjid Guzargah, Kota Herat, Afghanistan saat salat Jumat hari ini, (2/9/2022). Menurut pejabat Taliban, kejadian tersebut menewaskan 18 orang dan 21 orang setidaknya terluka. 

Melansir dari Associated Press, salah satu korban tewas dari insiden itu adalah Mujib Rahman Ansari, seorang ulama terkemuka yang dikenal di seluruh Afghanistan karena kritiknya terhadap pemerintah negara yang didukung Barat selama dua dekade terakhir.

Kematian sang ulama itu dikonfirmasi oleh kepala juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, yang mengatakan para pelaku di balik pemboman itu akan dihukum.

“Ulama negara yang kuat dan berani menjadi martir dalam serangan brutal,” kata Mujahid di Twitter.

Sementara itu menurut juru bicara polisi Herat Mahmoud Rasooli, ledakan di Masjid Guzargah ini dilakukan oleh pelaku yang melakukan bom bunuh diri. 

Pelaku tersebut meledakkan bomnya saat dia sedang mencium tangan Mujib Rahman Ansari. 

"Mujib Rahman Ansari dengan beberapa pengawalnya dan warga sipil tewas dalam perjalanan menuju masjid," kata Rasooli dikutip dari Al Jazeera.

Baca Juga: Taliban Rayakan Besar-besaran Satu Tahun Tentara Amerika Serikat Mundur dari Afghanistan

“Salah satu pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya sambil mencium tangannya.”

Jenazah korban tewas dan korban luka saat ini sudah dibawa ke rumah sakit di Herat, kata Mohammad Daud Mohammadi, seorang pejabat di pusat ambulans Herat. 

Sementara itu, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas insiden ledakan di masjid saat salat Jumat itu. 

Bulan lalu, ledakan di sebuah masjid di Afghanistan juga telah terjadi. 

Serangan masjid sebelumnya telah diklaim oleh kelompok ekstremis Negara Islam, yang telah melakukan serangkaian serangan terhadap agama dan etnis minoritas di Afghanistan, yang juga merupakan target Taliban.

Masjid Herat sendiri diketahui menarik pengikut Islam Sunni, aliran dominan di Afghanistan yang juga diikuti oleh Taliban.

Pada tahun sejak Taliban mengambil alih Afghanistan, ISIS menyerang beberapa masjid dalam serangan bunuh diri selama salat Jumat, dengan fokus menargetkan Muslim Syiah. Pengikut Negara Islam tersebut juga Sunni dan menganggap Syiah sebagai kafir. 

Baca Juga: Rusia-AS Kembali Bertengkar di Dewan Keamanan PBB, Moskow Tuduh Washington Curi Uang Afghanistan

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Associated Press/Al Jazeera


TERBARU