> >

Toyota Umumkan Investasi Pabrik Baterai Mobil Listrik di Amerika Serikat Senilai Rp78,2 Triliun

Kompas dunia | 31 Agustus 2022, 15:58 WIB
Toyota Motor Corporation memamerkan 16 model kendaraan listrik mereka, dari total 30 model yang akan dirilis hingga 2030 (16/12/2021). Toyota menginvestasikan 730 miliar yen ($ 5,6 miliar) atau setara 78,2 triliun rupiah di Jepang dan Amerika Serikat untuk menggenjot produksi baterai kendaraan listrik. (Sumber: Toyota Motor Corporation)

TOKYO, KOMPAS.TV — Toyota menginvestasikan 730 miliar yen ($ 5,6 miliar) atau setara Rp78,2 triliun di Jepang dan Amerika Serikat (AS) untuk menggenjot produksi baterai kendaraan listrik.

Dalam laporannya, Rabu (31/8/2022), Associated Press menjelaskan, produksi baterai mobil listrik akan dimulai antara 2024 dan 2026. Di Jepang, 400 miliar yen ($3 miliar) atau Rp42,8 triliun akan masuk ke Pabrik Himeji Prime Planet Energy & Solutions Co. di Jepang, serta di pabrik dan properti Toyota.

Di AS, sekitar 325 miliar yen ($2,5 miliar) atau setara Rp34,8 triliun akan diinvestasikan di Toyota Battery Manufacturing di North Carolina, kata Toyota Motor Corp.

Toyota mencetak kesuksesan dengan Prius dan model hibrida lainnya, yang memiliki mesin serta motor listrik yang digerakkan oleh baterai, sehingga perusahaan tersebut kerap dipandang sebagai pembuat kendaraan listrik yang lamban.

Tetapi permintaan global untuk kendaraan listrik diperkirakan akan tumbuh di tahun-tahun mendatang karena harga gas naik dan kekhawatiran tentang lingkungan tumbuh.

Awal pekan ini, pesaing Jepang Honda Motor Co. bersama pembuat baterai utama Korea Selatan LG mengumumkan investasi senilai $ 4,4 miliar dalam usaha patungan di AS untuk memproduksi baterai kendaraan listrik Honda di pasar Amerika Utara, dari jenis baterai lithium-ion canggih, yang akan mulai diproduksi massal pada akhir 2025.

Baca Juga: Toyota Investasi Rp27 Triliun, Sebagian untuk Bikin Kijang Innova Jadi Mobil Listrik

Ilustrasi baterai yang digunakan pada mobil listrik. Toyota menginvestasikan 730 miliar yen ($ 5,6 miliar) atau setara 78,2 triliun rupiah di Jepang dan Amerika Serikat untuk menggenjot produksi baterai kendaraan listrik. (Sumber: Shutterstock/Roman Zaiets)

Pembuat mobil Jepang itu, menegaskan kembali posisinya bahwa “ada lebih dari satu pilihan untuk mencapai netralitas karbon,” menyoroti bagaimana upaya Toyota mengembangkan kendaraan hibrida dan sel bahan bakar hidrogen juga dapat menjadi solusi.

Pilihannya mungkin tergantung pada tempat tinggal pelanggan, menurut pabrikan yang berbasis di kota Toyota di Jepang tengah.

“Investasi ini bertujuan untuk memungkinkan Toyota secara fleksibel memenuhi kebutuhan berbagai pelanggannya di semua negara dan wilayah dengan menawarkan beberapa jenis mesin dan menyediakan sebanyak mungkin pilihan,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV/Associated Press


TERBARU