> >

Korban Tewas Serangan Israel ke Gaza Tembus 48 Orang Termasuk Anak-anak

Kompas dunia | 12 Agustus 2022, 03:05 WIB
Dua anak Palestina yang dirawat intensif dari serangan Israel ke Gaza. Korban tewas Palestina dari pertempuran akhir pekan lalu antara Israel dan militan Gaza naik menjadi 48 orang, Kamis (11/8/2022). (Sumber: AP Photo/Mahmoud Illean)

GAZA CITY, KOMPAS.TV - Korban tewas Palestina dari pertempuran akhir pekan lalu antara Israel dan militan Gaza naik menjadi 48 orang, setelah seorang gadis berusia 11 tahun dan seorang pria meninggal karena luka yang mereka derita selama kekerasan lintas perbatasan terburuk di lebih dari satu tahun.

Sementara itu, dua anak Gaza yang terluka, berusia 8 dan 14 tahun, berjuang untuk hidup mereka di sebuah rumah sakit di Yerusalem.

Seperti laporan Associated Press, Kamis (11/8/2022), secara keseluruhan, lebih dari 300 warga Palestina terluka selama akhir pekan ketika Israel menyerang sasaran kelompok Jihad Islam di Gaza yang dibalas kelompok tersebut dengan rentetan ratusan roket ke Israel.

Kematian Layan al-Shaer yang berusia 11 tahun di Rumah Sakit Mukassed di lingkungan Arab di Yerusalem menjadikan jumlah anak yang tewas dalam pertempuran itu menjadi 17 orang.

Dua anak Gaza lainnya, Nayef al-Awdat, 14 tahun, dan Mohammed Abu Ktaifa, 8 tahun, dirawat di unit perawatan intensif di Mukassed.

Nayef, yang buta, terluka dalam serangan udara Israel sementara Mohammed terluka dalam ledakan yang terjadi di dekat pesta pernikahan yang menewaskan seorang wanita tua, dengan keadaan yang masih belum jelas.

Baca Juga: Israel-Palestina Gencatan Senjata, Pembangkit Listrik di Gaza Aktif Kembali

Korban tewas Palestina dari pertempuran akhir pekan lalu antara Israel dan militan Gaza naik menjadi 48 orang hari Kamis, (11/8/2022) (Sumber: AP Photo/Mahmoud Illean)

Israel mengatakan sebanyak 16 orang mungkin tewas oleh roket yang gagal ditembakkan oleh militan Palestina.

Serangan Israel tampaknya menewaskan lebih dari 30 warga Palestina, termasuk warga sipil dan beberapa militan, di antaranya dua komandan senior kelompok Jihad Islam.

Belum segera jelas bagaimana pria yang kematiannya diumumkan Kamis itu terluka.

Gencatan senjata berlaku Minggu malam, mengakhiri pertempuran yang dimulai hari Jumat.

Tidak ada warga Israel yang tewas atau terluka parah.

Israel dan penguasa Hamas yang militan di Gaza berperang empat kali ditambah beberapa pertempuran kecil selama 15 tahun terakhir dengan harga yang mengejutkan bagi dua juta penduduk Palestina di wilayah itu.

Baca Juga: Situasi Terkini Gaza: Roket Israel Berterbangan, Puluhan Korban Berjatuhan

Serangan roket di Gaza, Palestina pada Minggu (7/8/2022). Setelah ketegangan selama tiga hari, akhirnya Palestina dan Israel sepakat melakukan gencatan senjata pada Minggu malam waktu setempat. (Sumber: The Associated Press.)

Dalam perkembangan lain, seorang tahanan Palestina yang melakukan mogok makan berkepanjangan dipindahkan Kamis dari penjara Israel ke rumah sakit karena kondisinya yang memburuk, kata istri tahanan.

Seorang pejabat layanan penjara Israel mengkonfirmasi perkembangan tersebut, berbicara dengan syarat anonim di bawah peraturan.

Khalil Awawdeh menolak makanan selama lebih dari 160 hari, menurut keluarga ini, dalam upaya untuk menarik perhatian atas penahanannya oleh Israel tanpa pengadilan atau tuntutan.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Associated Press


TERBARU