> >

Dubes Ukraina Sebut Kaum Muslim Tatar di Semenanjung Krimea Ditindas Rusia, Minta Bantuan Indonesia

Krisis rusia ukraina | 11 Agustus 2022, 19:55 WIB
Dubes Ukraina untuk Indonesia mengeklaim komunitas Muslim Tatar mendapat penindasan di Krimea, yang dia katakan diduduki Rusia, berharap Indonesia memberi bantuan (Sumber: Antara)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin mengeklaim komunitas muslim Tatar mendapat penindasan di Krimea, yang disebutnya diduduki Rusia. Dia berharap Indonesia memberi bantuan, karena komunitas itu membutuhkan sarana dan prasarana ibadah.

“Usai kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo ke Ukraina, diharapkan dapat dilanjutkan dengan bantuan nyata yang terfokus bagi minoritas Muslim Tatar,” kata Hamianin dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (11/8/2022) seperti dilaporkan Antara.

Dubes Ukraina itu juga berharap masyarakat muslim Indonesia dapat memberikan dukungan bagi komunitas muslim Tatar di Semenanjung Krimea yang sangat menderita akibat invasi Rusia.

Hamianin mengatakan kondisi komunitas muslim Tatar di wilayah itu sangat berat.

 

Sejak 2014, kata Dubes Hamianin, wilayah tersebut dijajah Rusia, dan hingga kini keseharian kaum muslim Tatar terus-menerus mengalami represi.

Menurut Hamianin, muslim Tatar mendapat tekanan dari Moskow.

Ironisnya, kata Hamianin, mereka juga tidak dilindungi muslim Rusia. Lantaran, komunitas muslim Tatar dianggap berbeda sehingga kesulitan menjalankan ibadah, kata dia.

Baca Juga: Singgung Indonesia yang Kecam Serangan Israel Lewat Cuitan di Twitter, Dubes Ukraina Ditegur Kemlu

Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin mengeklaim komunitas muslim Tatar mendapat penindasan di Krimea, yang dia katakan diduduki Rusia, dan berharap Indonesia memberi bantuan. (Sumber: Kedutaan Ukraina via Kompas.com)

Dubes Ukraina untuk Indonesia itu menambahkan, kondisi kehidupan muslim Tatar semakin memprihatinkan akibat intensitas perang yang meningkat sejak Februari 2022 hingga kini.

Tidak saja masjid yang rusak, umat muslim Tatar pun kesulitan beribadah akibat tekanan, kata dia.

Untuk itu, kata Hamianin, tahun ini Ukraina, yang akan memperingati Hari Kemerdekaan pada 24 Agustus, menggelar Ukraine Platform Summit, sebuah ajang penggalangan bantuan secara daring yang ditujukan bagi pembangunan kembali Ukraina.

“Kami berharap Yang Mulia Bapak Jokowi dapat terlibat dalam Ukraine Platform Summit, khususnya bagi umat muslim Tatar di wilayah Krimea yang terdampak oleh serangan Rusia,” kata dia.

Jokowi, yang masuk dalam daftar tokoh muslim paling berpengaruh di dunia 2022 versi The Muslim 500, berkunjung ke Ukraina di tengah kekhawatiran terdampak konflik akibat serangan sepihak Rusia.

Aksi Jokowi berkunjung ke wilayah konflik, klaim Dubes Hamianin, menyamai keberanian presiden kedua RI Soeharto saat mengunjungi Sarajevo pada 1995. Saat itu, kondisi Bosnia dan Herzegovina masih bergejolak akibat perang saudara yang melibatkan Bosnia, Kroasia, dan Serbia.

Namun, nama Indonesia dan Soeharto terpatri kuat bagi bangsa Bosnia dan Herzegovina karena menyumbang pembangunan Masjid Istiklal D amija di Sarajevo. 

Hingga kini, masjid tersebut kerap disebut sebagai Masjid Indonesia atau Masjid Soeharto.

 

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV/Antara


TERBARU