> >

Dikepung dan Terluka, Seorang Pemimpin ISIS Tewas Meledakkan Dirinya Sendiri di Suriah

Kompas dunia | 11 Agustus 2022, 16:53 WIB
Ilustrasi teroris kelompok kriminal bersenjata ISIS. (Sumber: Shutterstock/Kompas)

DERAA, KOMPAS.TV - Seorang pemimpin ISIS dilaporkan tewas meledakkan dirinya sendiri dalam operasi militer di Suriah.

Pemimpin ISIS Abu Salem Al Iraqi dilaporkan meledakkan sabuk berisi bom yang digunakannya.

Dilaporkan oleh media Suriah, SANA seperti dikutip dari The National News, Al Iraqi meledakkan dirinya setelah dikepung oleh tentara Suriah.

Saat itu, Al Iraqi juga dilaporkan tengah dalam keadaan terluka.

Baca Juga: Bom Meledak di Kampung Minoritas Syiah Afghanistan dan Tewaskan 2 Orang, Pelaku Diyakini ISIS

Badan Pengamat Hak Asasi Manusia Suriah mengonfirmasikan bahwa pemimpin milisi tersebut tewas di Provinsi Deraa selatan.

Sebuah sumber keamanan mengungkapkan, Al-Iraqi merupakan pemimpin militer kelompok ekstremis itu, tetapi nama aslinya tak diungkapkan.

 

Anggota ISIS memang biasa menggunakan nama samaran berdasarkan kota atau negara asalnya.

Pihak pengamat mengungkapkan, Al Iraqi telah bersembunyi di wilayah tersebut sejak 2018.

Ia juga ambil bagian atas pembunuhan dan penyerangan yang terjadi di sana.

Sebagian besar Provinsi Deraa dikontrol oleh rezim Pemerintah Suriah sejak 2018.

Namun, kelompok pemberontak masih mengontrol sejumlah area di bawah kesepakatan dengan Rusia, sekutu dari Pemerintah Suriah.

Ada sejumlah kekerasan sporadis di provinsi tersebut, termasuk kasus di mana penjaga keamanan disergap.

Baca Juga: Rusia Luncurkan Satelit Canggih Iran ke Angkasa, AS Ketakutan Dipakai untuk Mata-Mata

Tetapi, tingkat pertempuran tak signifikan jika dibandingkan dengan puncak perang saudara.

ISIS mempertahankan beberapa pengaruh di timur laut Suriah, yang sebagian besar berada di bawah kendali Pasukan Demokrat Suriah, sebuah milisi yang didukung AS, dan sebagian besar terdiri dari pejuang Kurdi.

Militer Suriah sendiri mengungkapkan telah melakukan serangan terhadap kelompok teroris tersebut.

Mereka juga mengatakan baru-baru ini bahwa 17 pemimpin dan personel operasi ISIS telah tewas pada Juni lalu.

 

Penulis : Haryo Jati Editor : Vyara-Lestari

Sumber : The National News


TERBARU