> >

Perahunya Terbalik, Terapung di Laut 16 Jam, Nelayan Ini Anggap Keajaiban Masih Hidup

Kompas dunia | 4 Agustus 2022, 11:53 WIB
Ilustrasi. Seorang pelaut selamat setelah 16 jam terapung di laut usai perahunya terbalik di perairan Samudera Atlantik. (Sumber: Grid.id)

SISARGAS, KOMPAS.TV - Seorang pelaut berusia 62 tahun asal Prancis selamat usai terapung 16 jam, setelah perahunya terbalik.

Selamatnya pelaut tersebut pun dianggap keajaiban, karena nyaris mustahil bisa tetap hidup dengan kondisi yang dialaminya.

Pelaut itu, yang berlayar dari Ibu Kota Portugal, Lisbon,  sempat mengirim sinyal bahaya pada Senin (31/7/2022) malam waktu setempat dari perairan Samudera Atlantik.

Ia memberikan sinyal pada pukul 20.23 waktu setempat, 22,5km dari Pulau Sisargas, di dekat wilayah Galicia, Spanyol.

Baca Juga: Warga Taiwan Tenang Meski China Mengancam karena Kedatangan Pelosi: Kami Sudah Biasa

Sebuah kapal penyelamat membawa lima penyelam dan tiga helikopter dikirim untuk menyelamatkan pelaut, yang namanya tak disebutkan.

Penjaga pantai Spanyol kemudian menemukan perahunya yang terbalik.

Tetapi saat itu laut terlalu deras untuk menyelamatkan dirinya, jadi pelaut itu harus menunggu hingga pagi.

Dilansir dari BBC, penyelamat penjaga pantai mengungkapkan nyaris mustahil pelaut tersebut bisa selamat.

Pada saat ia melakukan penyelamatan, seorang penyelam dilaporkan masuk ke lambung kapal untuk mencari tanda-tanda kehidupan.

Pelaut tersebut kemudian merespons dengan membanturkan dari dalam lambung kapal.

Laut yang keras dan matahari yang sudah terbenam, membuat tim penyelamat menempelkan balon daya apung ke kapal untuk menghentikannya tenggelam.

Baca Juga: Perkenalkan Fatima Payman, Perempuan Berhijab Pertama yang Jadi Senator di Australia

Mereka pun harus menunggu sampai pagi untuk bisa melakukan penyelamatan.

Keesokan harinya, dua penyelam berenang di bawah perahu untuk membantu pelaut itu keluar dari perahu yang terbalik.

Mereka akhirnya bisa mengeluarkan pelaut tersebut, yang menggunakan pakaian bertahan hidup.

“Setiap nyawa yang diselamatkan adalah hadiah terbesar kami,” bunyi cuitan Masyarakat Keselamatan dan Penyelamatan Maritim Spanyol di Twitter.

Penulis : Haryo Jati Editor : Iman-Firdaus

Sumber : BBC


TERBARU