> >

Bentrok Aparat Israel dan Pejuang Palestina Pecah di Tepi Barat, Kapal Nelayan Gaza Diserang

Kompas dunia | 24 Juli 2022, 23:06 WIB
Ilustrasi. Seorang tentara Israel menjaga sebuah celah di pagar pemisah Tepi Barat yang dikuasai Israel, untuk mencegah warga Palestina menyeberang ke wilayah Israel, di Desa Nilin, Tepi Barat, barat Ramallah, 10 April 2022. Pada Minggu (24/7/2022), bentrokan antara aparat keamanan Israel dengan pejuang Palestina pecah di Tepi Barat dan menewaskan dua orang. (Sumber: Foto AP/Nasser Nasser)

LONDON, KOMPAS.TV - Bentrokan antara aparat keamanan Israel dengan pejuang Palestina pecah di Tepi Barat pada Minggu (24/7/2022) dini hari waktu setempat. Dua pejuang Palestina dilaporkan tewas dalam bentrok bersenjata ini.

Selain itu, Israel juga disebut menyerang sebuah kapal nelayan di lepas pantai Jalur Gaza. Tel Aviv menuduh kapal itu membawa pasokan selundupan untuk Hamas dari Mesir.

Menurut laporan The Guardian, kelompok milisi Brigada Martir Al-Aqsa mengeklaim bahwa kedua pejuang yang tewas di Nablus, Tepi Barat itu adalah anggotanya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa enam orang lain luka-luka akibat bentrokan ini.

Baca Juga: PBB Tegaskan Tetap Berpegang pada Prinsip Solusi Dua Negara untuk Palestina dan Israel

Menurut kepolisian Israel, bentrokan ini pecah ketika operasi penangkapan oleh aparat keamanan yang menyasar sebuah rumah di Nablus. Polisi mengeklaim aparat ditembaki dan harus “merespons dengan tembakan amunisi aktif dan cara lain hingga melumpuhkan teroris di dalam rumah dan di atapnya.”

Naser Estitya, warga sekitar lokasi kejadian, mengaku ia mendengar tembakan dari dalam rumah sebelum aparat Israel menghujani tembakan ke rumah itu.

“Mereka (aparat Israel) memanggil nama seseorang, memintanya untuk menyerahkan diri,” kata Estitya kepada The Guardian.

Walaupun Israel mengeklaim operasi ini untuk menangkap “teroris”, Otoritas Palestina menegaskan bahwa Tel Aviv sekadar melakukan “aksi kejahatan.”

“Lagi-lagi kejahatan dilakukan oleh pasukan penjajah di kota tua Nablus, tempat para martir berguguran dan banyak yang lain terluka,” kata Hussein Al-Syaikh, seorang pejabat senior Palestina.

“Kami mengutuk keras kejahatan ini dan kami menuntut pertanggungjawaban penjajah (Israel) atas dampak aksi ini,” lanjutnya.

Pasukan Israel sendiri meningkatkan operasi penangkapan di Tepi Barat beberapa bulan belakangan. Operasi-operasi itu adalah respons Tel Aviv atas serangkaian serangan ke Israel yang dilakukan pelaku dari wilayah tersebut.

Baca Juga: Ironi Bantuan AS: Rp1,5 Triliun untuk RS Palestina, Rp57 Triliun per Tahun untuk Militer Israel

 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : The Guardian


TERBARU