> >

Kekuatan Artileri Berat Ukraina Jomplang dari Rusia, Ditambal Bantuan Roket Amerika

Krisis rusia ukraina | 12 Juli 2022, 00:05 WIB
Ilustrasi. Pasukan Ukraina mengoperasikan artileri Howitzer M777 bantuan Amerika Serikat (AS) untuk menyerang posisi Rusia di Oblast Donetsk, 18 Juni 2022. Pada Senin (11/7/2022), juru bicara Legiun Internasional Ukraina, Damien Magrou menyebut kekuatan artileri berat Ukraina kalah dari Rusia dengan perbandingan satu banding delapan. (Sumber: Efrem Lukatsky/Associated Press)

KIEV, KOMPAS.TV - Juru bicara Legiun Internasional Ukraina Damien Magrou mengeluhkan gap kekuatan artileri berat antara pihak Ukraina dan Rusia. Menurutnya, kekuatan artileri berat Ukraina kalah dari Rusia dengan perbandingan satu banding delapan.

Juru bicara unit kombatan asing di Ukraina tersebut menekankan bahwa bantuan persenjataan dari Barat perlu ditingkatkan untuk mengimbangi kekuatan musuh.

“Kami memasuki fase perang ketika kelemahan kami dibanding pasukan Rusia dalam hal senjata berat dan artileri benar-benar terasa,” kata Magrou dikutip The GuardianSenin (11/7/2022).

Baca Juga: Ukraina Siapkan Sejuta Tentara untuk Rebut Kembali Pesisir Laut Hitam dari Rusia

Lebih lanjut, Magrou menyampaikan bahwa bantuan Sistem Roket Artileri Bermobilitas Tinggi (HIMARS) M142 kiriman Amerika Serikat (AS) membuat keadaan di front berbeda. Ia menyebut impak senjata itu sudah bisa dirasakan di medan tempur.

“Kita sudah bisa melihat hasilnya,” kata Magrou.

Washington dilaporkan telah mengirim 12 unit HIMARS ke Ukraina sejak Juni 2022. Sejak invasi Rusia, AS gencar memasok Ukraina dengan bantuan militer senilai miliaran dolar.

Di lain sisi, Magrou menyorot nasib kombatan asing yang kini ditawan separatis pro-Rusia di Donbass. Ia merujuk tiga kombatan asal Inggris Raya dan Maroko yang divonis mati oleh separatis Republik Rakyat Donetsk (DPR).

“Sangat mengkhawatirkan bagi kami untuk melihat instrumentalisasi para tawanan,” kata Magrou.

Tiga tawanan yang dihukum mati, Shaun Pinner, Aiden Aslin, dan Brahim Saadoun diadili kemudian dijatuhi hukuman mati di Donetsk.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : The Guardian


TERBARU