> >

Presiden Sri Lanka Mundur, Analis Ragukan Pemimpin Baru Bisa Berbuat Lebih Banyak

Kompas dunia | 11 Juli 2022, 07:12 WIB
Para pengunjuk rasa merangsek masuk dan menggunakan fasilitas di kediaman resmi Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa. Mereka berenang di kolam renang presiden di Kolombo, Sri Lanka, Minggu, 10 Juli 2022. (Sumber: AP Photo/Eranga Jayawardena)

KOLOMBO, KOMPAS.TV – Warga Kolombo, ibu kota Sri Lanka merangsek masuk ke dalam kediaman Presiden Gotabaya Rajapaksa, setelah sang presiden mengumumkan mengundurkan diri, Minggu (10/7/2022). Pada Rabu 13 Juli Rajapaksa akan resmi mundur. 

Akibat kekacauan, tentara dikerahkan di sekitar kota tetapi tentara hanya dapat menyaksikan dari jauh ketika kerumunan orang menceburkan diri di kolam kediaman Presiden Rajapaksa yang luas.

Seperti dikutip dari The Associated Press, mereka bersantai di tempat tidur dan mengambil foto narsis di ponsel mereka untuk mengabadikan momen itu.

"Selama enam bulan terakhir, orang-orang berjuang dalam antrian. Orang-orang dalam antrian bahan bakar, orang-orang dalam antrian bensin. Tapi sekarang orang memiliki harapan," ujar Mahela Bandara, seorang warga Colombo yang berprofesi sebagai asisten manajer.

Meskipun demikian, Analis meragukan pemimpin baru akan bisa berbuat lebih banyak daripada yang sudah dilakukan pemerintah terdahulu.

Tekanan pada Presiden Rajapaksa dan Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe meningkat ketika krisis ekonomi memicu kekurangan akan kebutuhan dasar warga. Warga pun harus berjuang untuk mendapatkan makanan, bahan bakar, dan kebutuhan lainnya.

Baca Juga: Protes Krisis Ekonomi, Ratusan Demonstran di Sri Lanka Serbu Kediaman Presiden Rajapaksa

Jika presiden dan perdana menteri mengundurkan diri, Ketua Mahinda Yapa Abeywardena akan mengambil alih sebagai presiden sementara, menurut konstitusi.

Rajapaksa menunjuk Wickremesinghe sebagai perdana menteri pada Mei dalam upaya untuk mengatasi kekurangan dan memulai pemulihan ekonomi.

Wickremesinghe telah menjadi bagian dari pembicaraan penting dengan Dana Moneter Internasional untuk program bailout dan dengan Program Pangan Dunia untuk mempersiapkan krisis pangan yang diprediksi.

Penulis : Tussie Ayu Editor : Iman-Firdaus

Sumber : The Associated Press


TERBARU