> >

Pengamat Intelijen Sebut Penembakan Shinzo Abe Bisa Menginsipirasi Teror di Indonesia

Kompas dunia | 9 Juli 2022, 20:02 WIB
Tetsuya Yamagami (tengah), tersangka pembunuhan eks Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, ditangkap petugas di lokasi pembunuhan Abe di Nara, barat Jepang, jumat (8/7/2022). Yamagami terlihat membawa senjata api yang diyakini senjata rakitan. (Sumber: Nara Shimbun via Kyodo News via AP)

JAKARTA, KOMPAS. TV – Indonesia harus mewaspadai kemungkinan dampak dari peristiwa penembakan terhadap mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Pembunuhan Abe disebut bisa menginspirasi tindakan serupa kepada pejabat di Indonesia.

Pendapat ini disampaikan pengamat intelijen Marsda Purnawirawan Prayitno Ramelan dalam keterangan yang diterima KOMPAS.TV, Sabtu (9/7/2022).

Menurutnya, aksi pelaku bernama Tetsuya Yamagami yang menyerang Abe seorang diri dapat mengilhami pelaku teror lainnya bertindak seorang diri. Dalam istilah intelijen, kata Prayitno, tindakan terror seorang diri disebut 'lone wolf'.

Baca Juga: Sempat Viral, Video Pembunuhan Shinzo Abe Dihapus Facebook dan Twitter

“Secara psikologis, kasus ini bukan tidak mungkin bisa menginspirasi baik lone wolf, mereka-mereka yang tidak puas atau juga kelompok radikal di negara lain termasuk di Indonesia,” ungkapnya.

Dia mengatakan, pembunuh Shinzo Abe pun bisa saja terinspirasi dari sejumlah kasus penembakan acak di Amerika Serikat yang belakangan diketahui, para pelakunya beraksi seorang diri.

“Bila dia (Tetsuya Yamagami) lone wolf, mungkin bisa saja terinsipirasi beberapa kasus penembakan di Amerika Serikat dan beberapa negara lain baru-baru ini,” ungkapnya.

Baca Juga: Tertangkap Kamera! Gerak-gerik Pelaku Sebelum Tembak Shinzo Abe dari Belakang

Dia mengatakan, kasus penembakan Shinzo Abe sebaiknya menjadi bahan pemikiran badan intelijen, Polri dan Pasukan Pengamanan Presiden (PaspampresI di Indonesia. Terutama, terkait pengamanan pejabat, mantan pejabat serta pemimpin nasional.

Apalagi, kata Prayitno, situasi dinamika politik menjelang Pemilihan Presiden 2024 semakin hangat. Persaingan yang mulai muncul antara partai politik, perorangan maupun kelompok, bisa menuju ke arah yang ekstrem.

Penulis : Vidi Batlolone Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU