> >

Amerika Serikat Umumkan Langkah Lebih Lanjut untuk Melawan Wabah Cacar Monyet

Kompas dunia | 29 Juni 2022, 08:36 WIB
Gambar mikroskop elektron tahun 2003 yang disediakan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menunjukkan virion cacar monyet dewasa berbentuk oval (kiri), dan virion yang belum dewasa dan berbentuk bulat (kanan). Pejabat kesehatan AS memperluas kelompok orang yang direkomendasikan untuk divaksinasi terhadap virus cacar monyet. Mereka juga mengatakan mereka menyediakan lebih banyak vaksin cacar monyet, bekerja untuk memperluas pengujian, dan mengambil langkah lain untuk mencoba mengatasi wabah. (Sumber: CDC via AP.)

NEW YORK, KOMPAS.TV — Amerika Serikat (AS) mengumumkan Langkah lebih lanjut untuk mengatasi wabah cacar monyet yang terus berkembang. Pada Selasa (28/6/2022), pejabat AS memperluas kelompok orang yang direkomendasikan untuk divaksinasi terhadap virus cacar monyet.

Mereka juga mengatakan menyediakan lebih banyak vaksin cacar monyet, bekerja untuk memperluas pengujian, dan mengambil langkah-langkah lain untuk mencoba mengatasi wabah.

“Kami akan terus mengambil tindakan agresif terhadap virus ini,” kata Dr Ashish Jha, koordinator tanggap COVID-19 Gedung Putih, yang juga berperan dalam penanganan cacar monyet, seperti dikutip dari The Associated Press.

Baca Juga: Kemenkes Ungkap Gejala Cacar Monyet dari Hari ke Hari, Apa Saja?

Pemerintah AS mengatakan sedang memperluas kumpulan orang yang disarankan untuk divaksinasi. Kelompok yang disarankan untuk mendapatkan vaksin termasuk pria yang baru saja berhubungan seksual dengan pria lain di pesta atau pertemuan lain di kota-kota di mana kasus cacar monyet telah diidentifikasi.

Kebanyakan pasien cacar monyet hanya mengalami demam, nyeri tubuh, kedinginan, dan kelelahan. Orang dengan penyakit yang lebih serius dapat mengalami ruam dan luka pada wajah dan tangan yang dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Baca Juga: WHO: Cacar Monyet Bukan Darurat Kesehatan Global untuk Saat Ini, Tekankan Urgensi Monitoring

Penyakit endemik ini terjadi di beberapa bagian Afrika, di mana orang telah terinfeksi melalui gigitan hewan pengerat atau hewan kecil. Biasanya penyakit ini tidak menyebar dengan mudah di antara manusia.

Bulan lalu, kasus mulai muncul di Eropa dan Amerika Serikat. Banyak dari mereka tertular virus setelah melakukan perjalanan internasional. Kebanyakan adalah laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki, tetapi pejabat kesehatan menekankan bahwa siapa saja bisa terkena cacar monyet.

Jumlah kasus cacar monyet terus bertambah di AS. Hingga Selasa, AS telah mengidentifikasi 306 kasus di 27 negara bagian dan Distrik Columbia. Lebih dari 4.700 kasus telah ditemukan di lebih dari 40 negara lain di luar wilayah Afrika di mana virus itu endemik.
 

Penulis : Tussie Ayu Editor : Desy-Afrianti

Sumber : The Associated Press


TERBARU