> >

Strategi Baru, Jumlah Pasukan Reaksi Cepat NATO Kini 300.000 Tentara, Didesain Mampu Atasi China

Krisis rusia ukraina | 27 Juni 2022, 22:28 WIB
Sekjen NATO Jens Stoltenberg pada konferensi pers sebelum KTT NATO, Senin, 27 Juni 2022.  NATO tingkatkan drastis jumlah pasukan reaksi cepatnya hampir 8 kali lipat menjadi 300.000 tentara, bagian dari tanggapan "era persaingan strategis". Sumber: AP Photo/Olivier Matthys)

Dalam jangka panjang, Stoltenberg mengatakan, para sekutu bertujuan untuk membantu transisi Ukraina dari persenjataan era Soviet menuju peralatan NATO modern.

Tujuh kekuatan ekonomi terkemuka dunia pada Senin menggarisbawahi komitmen mereka untuk Ukraina untuk "selama diperlukan."

Tema sentral lainnya pada KTT NATO adalah kemungkinan Finlandia dan Swedia bergabung dengan aliansi tersebut setelah serangan Rusia ke Ukraina.

Anggota NATO, Turki, sejauh ini memblokir upaya kedua negara tersebut, dengan alasan apa yang dianggap sebagai pendekatan lunak kedua negara terhadap organisasi yang dianggap teroris oleh Turki, seperti Partai Pekerja Kurdistan, atau PKK.

Baca Juga: Sekjen NATO: Perang Rusia-Ukraina Akan Diselesaikan di Meja Perundingan

Tank Leopard 2PL Polandia. NATO akan meningkatkan secara drastis kekuatan pasukan reaksi cepatnya hingga hampir delapan kali lipat menjadi 300.000 tentara sebagai bagian dari tanggapannya terhadap "era persaingan strategis". (Sumber: Wikipedia/Poland Defence Ministry)

Turki menuntut Swedia dan Finlandia mengabulkan permintaan ekstradisi bagi individu yang dicari oleh otoritas Turki.

Ankara mengeklaim negara-negara itu menyembunyikan anggota PKK serta orang-orang yang dikatakan terkait dengan kudeta 2016 yang gagal.

Turki juga menginginkan jaminan bahwa pembatasan senjata yang diberlakukan oleh kedua negara atas serangan militer Turki 2019 ke Suriah utara, dihapus.

Stoltenberg mengatakan bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Finlandia Sauli Niinisto dan Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson sepakat untuk bertemu di sela-sela KTT.

"Kami bekerja keras sejak Finlandia dan Swedia mengajukan keanggotaan untuk memastikan mereka dapat bergabung dengan aliansi (NATO) sesegera mungkin," kata Stoltenberg,

"Saya tidak akan menjanjikan apa pun, tetapi saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami bekerja secara aktif untuk memastikan kemajuan karena penerapan Finlandia dan Swedia untuk bergabung dengan NATO, itu bersejarah."

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV/Associated Press


TERBARU