> >

Gempa Afghanistan: 155 Anak Meninggal, Kesediaan Komunitas Internasional untuk Membantu Diuji

Kompas dunia | 27 Juni 2022, 15:22 WIB
Seorang bocah Afghanistan menunduk di halaman rumahnya akibat gempa di distrik Gayan, Provinsi Paktika, Minggu (26/6/2022). (Sumber: Ebrahim Nooroozi/Associated Press)

Sejak Taliban berkuasa, berbagai negara memberlakukan sanksi, menghentikan transfer bank, serta membekukan miliaran cadangan mata uang Afghanistan. Banyak negara menolak mengakui pemerintahan Taliban serta menuntut organisasi itu memerintah dengan lebih inklusif.

Taliban telah meminta komunitas internasional untuk mengirim bantuan ke korban gempa. Walaupun dibatasi, PBB dan segelintir lembaga bantuan di Afghanistan telah menyalurkan bantuan.

Konvoi bantuan kemanusiaan dilaporkan telah mencapai sejumlah daerah terpencil kendati pendanaan mulai terbatas.

Baca Juga: Potret Pilu Warga Afghanistan Kuburkan Korban Gempa

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Associated Press


TERBARU