> >

Jurnalis Rusia Lelang Medali Nobel Perdamaian demi Bantu Anak-Anak Ukraina

Krisis rusia ukraina | 20 Juni 2022, 22:36 WIB
Jurnalis Rusia yang menjadi pemimpin redaksi Novaya Gazeta sekaligus peraih Nobel Perdamaian 2021, Dmitry Muratov, saat berbicara di Berlin, Jerman pada 2009. Pada Juni 2022, Muratov rela melelang medali Nobel Perdamaian yang didapatkannya untuk membantu anak-anak korban perang di Ukraina. (Sumber: Rainer Jensen/dpa via AP)

NEW YORK, KOMPAS.TV - Jurnalis Rusia, Dmitry Muratov, rela melelang medali Nobel Perdamaian yang didapatkannya untuk membantu anak-anak korban perang di Ukraina. Lelang medali Nobel itu secara langsung digelar di New York, Amerika Serikat (AS), mulai Senin (20/6/2022) hari ini.

Hasil lelang medali Muratov akan disalurkan langsung ke Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) untuk membantu anak-anak korban perang di Ukraina.

Acara lelang ini merupakan ide Muratov sendiri. Sebelumnya, salah satu pendiri media Novaya Gazeta itu telah mendermakan hadiah uang Nobel sejumlah 500.000 dolar AS. 

Muratov menyebut alasannya mengadakan lelang dan berdonasi adalah “untuk memberikan pengungsi anak-anak kesempatan demi masa depan.”

Dmitry Muratov dianugerahi Nobel Perdamaian pada Oktober 2021. Ia meraih penghargaan tersebut bersama jurnalis Filipina, Maria Ressa.

Kedua jurnalis itu dianugerahi Nobel karena jasa-jasa mereka mempertahankan kebebasan berbicara di masing-masing negara, kendati diserang perisakan, ditekan pemerintah sendiri, bahkan mendapatkan ancaman pembunuhan.

Baca Juga: Ramos Horta, Presiden Timor Leste Peraih Nobel Perdamaian yang Kerap Hidup di Pengasingan

Muratov sendiri lantang mengkritik aneksasi Krimea oleh Rusia pada 2014 silam. Ia juga kritis terhadap invasi Rusia yang diluncurkan sejak 24 Februari lalu.

Akibat kerja jurnalistiknya, sebagaimana jurnalis independen Rusia lain, Muratov diawasi ketat oleh Kremlin. 

Sejak Vladimir Putin berkuasa pada 2000 silam, telah ada hampir 20 jurnalis Rusia yang terbunuh, termasuk empat jurnalis yang bekerja di Novaya Gazeta.

Muratov pun pernah dirisak ketika menumpangi kereta di Rusia pada April lalu. Seseorang menyiraminya dengan cat merah, diduga terkait pemberitaan Novaya Gazeta tentang perang Rusia-Ukraina.

Dalam wawancara dengan Associated Press, Muratov mengaku khawatir dengan anak-anak yang menjadi yatim piatu akibat invasi Rusia ke Ukraina.

“Kami ingin mengembalikan masa depan mereka,” kata pemimpin redaksi Novaya Gazeta tersebut.

Muratov akan bertolak dari Rusia ke Eropa Barat pada Kamis (23/6) mendatang, lalu melanjutkan perjalanan ke gelaran lelang di New York.

Pelelangan daring medali Nobel Muratov telah dibuka sejak 1 Juni lalu, bertepatan Hari Anak Internasional. Sedangkan lelang secara langsung dimulai pada 20 Juni, bertepatan dengan Hari Pengungsi Sedunia.

Hingga berita ini diturunkan, penawaran tertinggi untuk medali Nobel Perdamaian Muratov adalah sebesar 550.000 dolar AS. Tawaran itu diperkirakan akan terus naik hingga mencapai jutaan dolar AS.

Baca Juga: Jokowi akan Temui Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow Pekan Depan

Ilustrasi. Medali Nobel Perdamaian 1936 milik Ole Bjorn Fausa yang dilelang pada 2014. (Sumber: Patrick Semansky/Associated Press)


 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Associated Press


TERBARU