> >

Pemimpin Resimen Azov Ternyata Sudah Ditangkap, Dibawa ke Rusia untuk Diperiksa

Krisis rusia ukraina | 19 Juni 2022, 17:40 WIB
Wakil Komandan Resimen Azov Kapten Svyatoslav Palamar ketika berbicara melalui pesan video yang diklaim direkam di kompleks pabrik baja Azovstal, Mariupol, Ukraina, 19 Mei 2022. Pada Sabtu (18/6/2022), kantor berita Rusia TASS melaporkan bahwa Palamar dan Komandan Brigada Marinir ke-36 Ukraina Sergey Volynsky telah ditangkap dan kini dibawa ke Rusia untuk diperiksa. (Sumber: Syvatoslav Palamar via Hromadske)

MOSKOW, KOMPAS.TV - Kantor berita Rusia, TASS melaporkan bahwa Wakil Komandan Resimen Azov Svyatoslav “Kalina” Palamar” dan Komandan Brigada Marinir ke-36 Ukraina Sergey Volynsky telah ditangkap.

Per Sabtu (18/6/2022), dua komandan militer itu telah dikirim ke Federasi Rusia untuk diperiksa.

Palamar dan Volynsky merupakan dua komandan yang memimpin garnisun Mariupol yang bertahan di kompleks pabrik baja Azovstal selama kurang lebih sebulan.

Pasukan Ukraina di Azovstal kemudian menyerah, lalu Rusia mendeklarasikan kemenangan dalam pertempuran Mariupol pada 20 Mei 2022.

Menurut laporan TASS, informasi penahanan dan pemindahan pemimpin militer Ukraina tersebut disampaikan oleh seorang representatif dinas penegakan hukum Rusia.

Baca Juga: Kuasai Penuh Kawasan Industri Azovstal di Mariupol, Tentara Rusia Mulai Bersihkan Ranjau dan Peledak

Representatif itu berbicara dalam kondisi anonim. Ia menyebut, selain Palamar dan Volynsky, sejumlah perwira Ukraina lain turut dikirim ke Rusia.

“Personel pasukan khusus (Rusia) membawa Syvatoslav Palamar dan Sergey Volynsky dari wilayah DPR (separatis Donetsk) ke wilayah Federasi Rusia untuk dilakukan pemeriksaan terhadap mereka,” kata narasumber tersebut kepada TASS.

“Perwira-perwira lain dari berbagai unit (militer) Ukraina juga dikirimkan ke Rusia,” imbuhnya.

Narasumber tersebut tidak merinci ke manakah para komandan Ukraina dibawa.

Selain Palamar dan Volynsky, identitas perwira Ukraina lain juga tidak diterangkan.

Palamar dan Volynsky dianggap bertanggung jawab atas gigihnya pertahanan Ukraina di Mariupol sejak awal invasi.

Kota pelabuhan strategis itu menjadi tempat salah satu pertempuran paling berdarah selama Perang Rusia-Ukraina.

Baca Juga: Kendati Kalah, Pertahanan Mariupol akan Terukir dalam Sejarah Ukraina, Disebut Thermopylae Abad 21

Pasukan Rusia dari Krimea dilaporkan mulai memasuki Mariupol sejak hari-hari awal invasi.

Kota itu pun segera terkepung dan pasukan Ukraina pilih mempertahankan diri selama 83 hari.

Elemen-elemen pasukan Ukraina yang terpojok kemudian menyingkir ke Azovstal, kompleks pabrik baja seluas 11 kilometer persegi dengan ruang bawah tanah yang dihubungkan jejaring terowongan.

Salah dua elemen pasukan yang bertahan di Azovstal adalah Resimen Azov serta marinir Ukraina.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV/TASS


TERBARU