> >

Meski Stok Gas Langka karena Negara Bangkrut, Sri Lanka Pilih Gunakan Cadangan Gas untuk Kremasi

Kompas dunia | 15 Juni 2022, 18:15 WIB
Warga Sri Lanka mengantri gas rumah tangga dalam krisis ekonomi terparah sejak merdeka. Sri Lanka yang saat ini bangkrut akan mencadangkan sebagian dari pasokan bahan bakarnya yang langka untuk kremasi umat Buddha, yang upacara pemakamannya terganggu selama krisis ekonomi yang parah. (Sumber: Straits Times)

KOLOMBO, KOMPAS.TV - Sri Lanka yang saat ini bangkrut akan mencadangkan sebagian dari pasokan bahan bakarnya yang langka untuk kremasi umat Buddha.

Seperti dilaporkan Straits Times, Rabu (15/6/2022), upacara pemakaman kremasi umat Buddha terganggu selama krisis ekonomi parah yang melanda negara itu.

Negara kepulauan berpenduduk 22 juta orang itu menghadapi kekurangan makanan, bensin, dan obat-obatan selama berbulan-bulan setelah para pedagang kehabisan uang untuk mengimpor kebutuhan pokok.

Media lokal melaporkan, beberapa pemakaman di luar ibu kota Kolombo membatalkan layanan kremasi setelah kehabisan bahan bakar gas cair, alih-alih menawarkan pemakaman kepada keluarga yang berduka.

Pengiriman gas yang tiba di pelabuhan pada Selasa (14/6) akan dialokasikan ke pemakaman dan industri prioritas lainnya, termasuk sektor pariwisata Sri Lanka yang lesu.

"Kami akan memasok pengguna massal, yaitu hotel, rumah sakit dan krematorium," kata Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe, Selasa (14/6). Ia menambahkan bahwa pengiriman lain diharapkan dalam dua minggu untuk memasok rumah tangga.

Sebagian besar penduduk Sri Lanka beragama Buddha, yang penganutnya secara tradisional dikremasi, sementara minoritas Kristen dan muslim memilih untuk dimakamkan.

Tahun lalu, pemerintah Sri Lanka dihujani kritik pedas karena menangguhkan pemakaman dan memaksa umat muslim negara tersebut untuk mengkremasi jenazah orang yang mereka cintai di bawah aturan pandemi Covid-19.

Baca Juga: Wawancara PM Sri Lanka: Terpaksa Beli Minyak Rusia, Tak Kapok Utang China

Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe. Sri Lanka yang saat ini bangkrut akan mencadangkan sebagian dari pasokan bahan bakarnya yang langka untuk kremasi umat Buddha, yang upacara pemakamannya terganggu selama krisis ekonomi yang parah. (Sumber: Eranga Jayawardena/Associated Press)

Sri Lanka menghadapi inflasi yang merajalela, dan biaya kematian meningkat tajam.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Straits Times


TERBARU