> >

Beberapa Pemimpin NATO Dukung Niat Swedia dan Finlandia Bergabung serta Janjikan Dukungan ke Ukraina

Krisis rusia ukraina | 15 Juni 2022, 14:28 WIB
Dari kiri, PM Latvia Arturs Krisjanis Karins, PM Portugal Antonio Costa, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, PM Belanda Mark Rutte, PM Denmark Mette Frederiksen, PM Belgia Alexander de Croo dan PM Polandia Mateusz Morawiecki selama pers bersama konferensi setelah pertemuan pra-NATO mereka di Den Haag, Belanda, Selasa, 14 Juni 2022. (Sumber: AP Photo/Patrick Post)

Pertemuan itu terjadi menjelang KTT NATO 29-30 Juni di Madrid yang akan berusaha untuk menetapkan jalan yang sulit bagi aliansi di tahun-tahun mendatang.

Stoltenberg mengatakan aliansi itu meningkatkan pertahanannya setelah serangan Rusia ke Ukraina, memperkuat “kemampuan kami untuk melindungi dan mempertahankan setiap inci wilayah sekutu NATO.”

Stoltenberg mengatakan, di Madrid nanti, “kami akan mengambil langkah selanjutnya dan menyetujui penguatan besar dari postur (militer) kami. Malam ini kami membahas perlunya kehadiran ke depan yang lebih kuat dan siap tempur, bahkan kesiapan yang lebih tinggi dan lebih banyak peralatan dan persediaan yang telah ditempatkan sebelumnya.”

Dia juga mengatakan "Ukraina seharusnya memiliki lebih banyak senjata berat, dan sekutu serta mitra NATO sudah menyediakan senjata berat untuk waktu yang lama. Tetapi mereka juga meningkatkan (suplai senjata)."

Pertemuan itu menyusul pertemuan hari Jumat di Bucharest dari sembilan negara NATO di sayap timur aliansi di mana beberapa pemimpin mendesak NATO untuk meningkatkan perlindungan sehubungan dengan perang berkepanjangan Rusia melawan Ukraina.

“Kita perlu memastikan NATO mampu dan siap untuk merespons secara efektif dan terkalibrasi terhadap ancaman yang dihadapinya,” kata Presiden Rumania Klaus Iohannis kepada wartawan setelah pertemuan hari Jumat. “Aliansi harus mampu mempertahankan setiap inci wilayahnya.”

Tiga anggota NATO, Bulgaria, Rumania, dan Turki, ketiganya berbatasan dengan Laut Hitam, yang telah berubah menjadi medan pertempuran utama dalam perang di Ukraina.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV/Associated Press


TERBARU