> >

Uni Emirat Arab dan Israel Tandatangani Perjanjian Perdagangan Bebas, Pertama di Timur Tengah

Kompas dunia | 31 Mei 2022, 18:22 WIB
Israel dan Uni Emirat Arab, Selasa (31/5/2022), menandatangani perjanjian perdagangan bebas, menjadi perjanjian perdagangan besar pertama Israel dengan negara Arab. (Sumber: Jewish News Syndicate)

DUBAI, KOMPAS.TV - Israel dan Uni Emirat Arab (UEA), Selasa (31/5/2022), menandatangani perjanjian perdagangan bebas, menjadi perjanjian perdagangan besar pertama Israel dengan negara Arab.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa, perjanjian tersebut mengurangi atau menghapus tarif dan dari waktu ke waktu, bertujuan mendongkrak nilai perdagangan bilateral tahunan menjadi lebih dari USD10 miliar.

Pakta tersebut ditandatangani di Dubai oleh Menteri Ekonomi dan Industri Israel Orna Barbivai dan rekannya, Menteri Ekonomi UEA Abdulla bin Touq Al Marri, setelah berbulan-bulan negosiasi.

Tarif akan dihilangkan pada 96 persen barang, di mana UEA memperkirakan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif dengan Israel akan meningkatkan perdagangan bilateral menjadi lebih dari USD10 miliar per tahun dalam lima tahun ke depan.

Menteri Perdagangan UEA Thani Al Zeyoudi mengatakan kesepakatan perdagangan itu menulis "babak baru dalam sejarah Timur Tengah".

Baca Juga: Ultra-Nasionalis Yahudi Serbu Kompleks Al-Aqsa, Dilindungi Aparat Israel

Kelompok ultra-nasionalis Yahudi bentrok dengan warga Palestina ketika longmars memperingati direbutnya Yerusalem Timur oleh Israel pada Minggu (29/5/2022). Israel dan Uni Emirat Arab, Selasa (31/5/2022), menandatangani perjanjian perdagangan bebas, menjadi perjanjian perdagangan besar pertama Israel dengan negara Arab. (Sumber: Ariel Schalit/Associated Press)

"Kesepakatan kami akan mempercepat pertumbuhan, menciptakan lapangan kerja, dan mengarah ke era baru perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di seluruh kawasan," tulisnya di Twitter.

Perjanjian tersebut ditandatangani di tengah meningkatnya kekerasan Israel-Palestina.

Kementerian Luar Negeri UEA pada Senin mengutuk apa yang disebutnya "penyerbuan" kompleks Al Aqsa di Yerusalem oleh "pemukim ekstremis di bawah perlindungan pasukan Israel".

Itu tampaknya merujuk pada kunjungan ribuan orang Yahudi, yang menghormati situs itu sebagai sisa dari dua kuil kuno mereka, pada hari yang menandai pendudukan Israel atas Kota Tua Yerusalem dalam perang 1967.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV/Straits Times


TERBARU