> >

WHO: Cacar Monyet Teridentifikasi di 12 Negara

Kompas dunia | 23 Mei 2022, 09:33 WIB
Warga Nigeria yang terinfeksi Cacar Monyet. Pejabat kesehatan senior AS hari Sabtu, (21/5/2022) mengungkapkan kemungkinan Cacar Monyet menular melalui kontak intim, atau kontak seksual orang dengan ruam (Sumber: The Guardian Nigeria)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Organisasi Kesehatan Dunia WHO mengumumkan sebanyak 12 negara di dunia telah teridentifikasi sebagai lokasi endemik penyakit cacar monyet. 

Negara-negara tersebut adalah Australia, Belgia, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, Swedia, Inggris, dan Amerika Serikat.

Hingga Sabtu (21/5/2022), WHO memperoleh data setidaknya 92 kasus yang dikonfirmasi cacar monyet. Sebanyak 28 pasien dari 92 kasus itu terpapar dari 12 negara.  

Baca Juga: PBB Kecam Pemberitaan yang Rasis dan Homofobik tentang Penularan Cacar Monyet, Total Sudah 92 Kasus

WHO berharap dapat mengidentifikasi lebih banyak kasus dugaan cacar monyet dengan memperluas pengawasan di negara-negara tempat penyakit itu biasanya tidak ditemukan.

"Informasi yang tersedia menunjukkan bahwa penularan dari manusia ke manusia terjadi di antara orang-orang yang melakukan kontak fisik dekat dengan kasus-kasus yang menunjukkan gejala," kata WHO dilansir dari Reuters, Minggu (22/5/2022).

Menurutnya, jalur penularan utama penyakit ini adalah dengan kontak erat, karena lesi khas penyakit ini sangat menular.

Misalnya, orangtua yang merawat anak sakit, begitu pula petugas kesehatan yang berisiko tertular.

Itulah sebabnya, lanjut WHO, beberapa negara mulai mengarahkan tim yang merawat pasien cacar monyet menggunakan vaksin.

Meskipun menular, cacar monyet umumnya bersifat ringan, dan endemik di Afrika Barat serta Afrika Tengah.

Penularannya relatif mudah dicegah dengan tindakan seperti isolasi diri maupun menjaga kebersihan.

"Apa yang tampaknya terjadi sekarang adalah bahwa cacar monyet telah masuk ke populasi melalui hubungan seksual, dan menyebar seperti infeksi menular seksual, yang telah meningkatkan penularannya di seluruh dunia," ungkap pejabat WHO sekaligus spesialis penyakit menular, David Heymann.

Komite ahli internasional, lanjut dia, tengah melihat apa yang perlu dipahami dari wabah, agar dapat dikomunikasikan kepada publik.

Baca Juga: Ini Beda Cacar dengan Cacar Monyet, Waspadai 7 Gejala Ini

Selain itu, mereka juga mendiskusikan apakah ada penyebaran tanpa gejala, kelompok yang paling berisiko, dan jalur transmisinya.

"Pertemuan itu diadakan karena situasi genting. Komite bukanlah kelompok yang akan menyarankan untuk menyatakan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional, yang berlaku saat pandemi Covid-19," tutur Heymann.

WHO juga akan memberikan panduan dan rekomendasi lebih lanjut dalam beberapa hari ke depan mengenai cara mencegah penyebaran cacar monyet.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Purwanto

Sumber : Kompas.com


TERBARU