> >

Cerita Foto dari Azovstal: Kehidupan Serdadu Ukraina yang Terjebak di Benteng Terakhir Mariupol

Krisis rusia ukraina | 22 Mei 2022, 07:00 WIB
Seorang serdadu Ukraina menikmati sorotan sinar matahari dari celah atap di kompleks pabrik baja Azovstal, Mariupol. Foto diambil pada 7 Mei 2022. (Sumber: Dmytro Orest Kozatsky/Resimen Azov via AP)

MARIUPOL, KOMPAS.TV - Selama hampir tiga bulan, pasukan Ukraina yang mempertahankan Mariupol terkepung di kompleks pabrik baja Azovstal oleh Rusia. Mereka berulangkali menolak ultimatum menyerah kendati stok makanan dan obat-obatan menipis.

Garnisun Azovstal enggan meninggalkan jejaring terowongan dan bunker bawah tanah di kompleks pabrik seluas 11 kilometer persegi itu.

Kompleks Azovstal menjadi benteng terakhir Ukraina di Mariupol yang tangguh. Rusia tak bisa langsung menyerbu tempat itu.

Karenanya, Rusia pun belum bisa mendeklarasikan kemenangan di Mariupol kendati telah merebut seluruh kota kecuali Azovstal.

Gara-gara garnisun Azovstal, pasukan Rusia tidak bisa segera dialihkan untuk membantu di medan lain. Masing-masing pihak, Rusia dan Ukraina, sama-sama terjebak dalam pertempuran berbulan-bulan.

Baca Juga: Rusia Klaim Kuasai Mariupol Sepenuhnya, Sebut Pasukan Ukraina di Pabrik Azovstal telah Menyerah

Kini, sebagian besar garnisun Mariupol telah menyerah. Rusia pun mendeklarasikan sudah menguasai penuh kota itu per Jumat (20/5/2022) lalu.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu menyebut hampir 2.000 serdadu Ukraina di Mariupol menyerah pada pekan ini.

Sebagian lain pilih bertahan di kompleks Azovstal, belum mau menyerahkan benteng pabrik baja itu kepada Rusia.

Salah satu yang menyerah adalah Dmytro "Orest" Kozatsky, fotografer-serdadu Ukraina. Kozatsky mengabadikan momen-momen garnisun Azovstal selama pengepungan.

Seorang serdadu Ukraina memandangi gedung di Azovstal yang hancur karena bombardir sebelum menyerah kepada Rusia pada 16 Mei 2022. (Sumber: Dmytro Orest Kozatsky/Resimen Azov via AP)

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Associated Press


TERBARU