> >

Rusia Kini Jadi Pemasok Minyak Terbesar ke-4 untuk India, Kalahkan AS

Kompas dunia | 18 Mei 2022, 09:56 WIB
Ilustrasi. Seorang anak laki-laki berjalan melewati kereta tanker minyak yang ditempatkan di stasiun kereta api di Ghaziabad, di pinggiran New Delhi, India, Jumat (1/2/2019). (Sumber: Kompas.tv/Ant)

Pangsa minyak Timur Tengah di India pun naik menjadi 71 persen dari 68 persen. Sementara Irak masih menjadi pemasok minyak utama ke India, diikuti oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Pada April, India mengimpor 4,7 juta barel minyak mentah per hari, naik 6,9 persen dari bulan sebelumnya dan sekitar 11,6 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya, ketika gelombang kedua COVID-19 menghantam permintaan minyak lokal.

"Impor minyak India pada April tinggi karena penyulingan meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan lokal dan keuntungan dari margin penyulingan yang kuat," ujar Haq.

"Juga perusahaan-perusahaan mendapat minyak Rusia pada harga yang sangat menggoda dan mereka juga meningkatkan volume dalam kontrak berjangka dengan produsen Timur Tengah," ucapnya.

Baca Juga: India Beri Izin Ekspor Gandum, tetapi Hanya yang Tinggal Selesaikan Izin Bea Cukai Saja

Sebelumnya, Perdana Menteri India Narendra Modi telah berbicara dengan Presiden AS Joe Biden, lewat panggilan video selama 1 jam pada Senin (11/3/2022).

Dalam pembicaraan itu, Biden secara terus terang meminta India menghentikan pembelian minyak Rusia. Biden mengatakan, membeli lebih banyak minyak dari Rusia bukan kepentingan India dan bisa mengganggu respons AS terhadap perang di Ukraina.

Biden juga mengingatkan India memiliki keprihatinan tentang hubungan Rusia-China yang semakin erat.

AS memang meminta India untuk mengutuk dan menerapkan tekanan ekonomi pada Rusia. AS dan India sama-sama menyoroti banyak korban sipil yang tewas di Ukraina.

Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Antara


TERBARU