> >

AS Uji Coba Rudal Hipersonik, Pakar Rusia: Masih Kalah Jauh dari Moskow dan China

Kompas dunia | 17 Mei 2022, 21:03 WIB
Ilustrasi. Rudal ARRW Hipersonik tercantol di pengebom B-52H. AS hari Senin (16/5/2022) mengumumkan berhasil uji coba senjata hipersonik, yang terbang lima kali kecepatan suara dan diluncurkan dari Jet Pengebom B-52H (Sumber: Straits Times/US Air Force)

MOSKOW, KOMPAS.TV - Amerika Serikat (AS) disebut masih dalam tahap awal pengembangan persenjataan hipersonik, tertinggal jauh dari Rusia.

Hal tersebut disampaikan oleh Dmitry Litovkin, pemimpin redaksi Nezavisimoe Voennoye Obozreniye (NVO), suratkabar Rusia yang mengkhususkan diri pada ilmu militer.

Menurut Litovkin, rudal hipersonik yang diujicoba Washington pada 14 Mei lalu belum cukup untuk menembus kapabilitas pertahanan Rusia.

Kata dia, sistem pertahanan udara yang dimiliki Rusia sekarang cukup untuk mengantisipasi rudal hipersonik AS.

Rudal hipersonik adalah senjata yang mampu melaju berkali-kali lipat kecepatan suara dan tidak bisa diantisipasi sistem pertahanan udara pada umumnya.

Baca Juga: AS Umumkan Berhasil Uji Coba Rudal Hipersonik yang Diluncurkan Pesawat Pengebom B-52H

Meskipun demikian, Litovkin tetap menyebut keberhasilan uji coba rudal hipersonik AGM-183A yang ditembakkan dari pesawat pengebom Boeing B-52H adalah suatu kemajuan bagi AS.

“Fakta bahwa mereka berhasil meluncurkan sebuah roket adalah keberhasilan, karena dalam teknologi hipersonik, mereka masih kalah dari kita (Rusia) dan China,” kata Litovkin kepada TASS, Selasa (17/5/2022).

“Ini (uji coba) memberi mereka dasar untuk membuat sistem hipersonik baik yang berbasis darat atau laut. Mereka akan melakukannya, tidak diragukan lagi,” lanjutnya.

Sementara itu, editor majalah Arsenal of the Fatherland, Alexei Leonkov menyebut AS masih perlu mengembangkan tekonologi manuver rudalnya agar bisa menghantam target dengan presisi.

Leonkov menyebut AGM-183A yang diuji coba AS adalah rudal bertingkat dua.

Tingkat pertama adalah peluncuran, sedangkan tingkat kedua adalah “blank” yang perlu diakselerasi hingga kecepatan hipersonik.

“Mereka (AS) bekerja membenahi bugs, dan pada tanggal 14 (Mei) mereka berhasil meluncurkan roket dari pesawat pengebom dan mempercepatnya hingga lima Mach. Baru itu yang mereka capai,” kata Leonkov.

Baca Juga: Rusia akan Merespon Bila NATO Perkuat Militer Finlandia dan Swedia, Termasuk Bom Nuklir di Kalingrad


 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada

Sumber : TASS


TERBARU