> >

Hakim Inggris Putuskan Ejekan Botak untuk Pria Termasuk Pelecehan Seksual

Kompas dunia | 14 Mei 2022, 07:05 WIB
Ilustrasi orang botak. Tony Finn, mantan buruh pabrik manufaktur British Bung di daerah Yorkshire Barat, Inggris Raya dianggap menjadi korban pelecehan seksual karena dipanggil botak. (Sumber: Engin Akyurt via Unsplash)

LONDON, KOMPAS.TV - Tony Finn, mantan buruh pabrik manufaktur British Bung di daerah Yorkshire Barat, Inggris Raya akan mendapatkan kompensasi usai memenangkan gugatan di pengadilan ketenagakerjaan.

Salah satu gugatan yang dimenangkan Finn dalam pengadilan itu adalah kasus pelecehan seksual ketika dia dipanggil “botak” oleh seorang supervisor.

Majelis hakim yang dipimpin oleh Hakim Jonathan Brain memutuskan tindakan supervisor itu termasuk pelecehan seksual. 

Keputusan ini ditetapkan Brain bersama majelisnya yang beranggotakan dua hakim lain. Menariknya, tiga orang ini juga mengalami kebotakan.

Baca Juga: Kebotakan Jadi Isu Hangat Kampanye Presiden Korea Selatan

Majelis hakim memutuskan komentar atas kebotakan seorang pria, seperti yang dialami Finn, setara dengan komentar atas ukuran payudara wanita.

Kasus ini bermula ketika Tony Finn dipecat perusahaannya pada Mei 2021 lalu. Ia telah bekerja sebagai teknisi listrik British Bung selama 24 tahun.

Tony Finn pun menyeret bekas perusahaannya ke pengadilan ketenagakerjaan. Perbuatan tidak menyenangkan oleh supervisornya yang kini ditetapkan sebagai pelecehan seksual turut dikasuskan oleh Finn.

Supervisor itu, Jamie King, dituduh melakukan pelecehan seksual ketika berselisih dengannya pada Juli 2019. Waktu itu, King mencerca Finn dengan ungkapan kasar dalam bahasa Inggris yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia secara harfiah berarti kemaluan perempuan serta ejekan “botak”.

Kepada pengadilan, Finn mengaku lebih marah dikomentari penampilannya (botak) dibanding dihardik dengan kata kasar tersebut.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Vyara-Lestari

Sumber : The Guardian


TERBARU