> >

Dikira Kasus Kriminal, 150 Tengkorak di Meksiko dekat Guatemala Ternyata dari Tahun 900 Masehi

Kompas dunia | 28 April 2022, 04:22 WIB
Otoritas Antropologi Meksiko simpulkan temuan 150 Tengkorak dekat perbatasan Guatemala berasal dari tahun 900 Masehi dan bukan kasus kriminal kontemporer (Sumber: AP Photo via Daily Mail)

MEXICO CITY, KOMPAS.TV — Ketika polisi Meksiko menemukan setumpuk, sekitar 150 tengkorak,  di sebuah gua dekat perbatasan Guatemala, mereka mengira sedang melihat tempat kejadian perkara dan membawa tulang belulang itu ke ibu kota negara bagian. Ternyata, seperti dilaporkan Associated Press, Kamis, (28/4/2022),  itu adalah kasus yang sangat basi.

Butuh satu dekade tes dan analisis untuk menentukan tengkorak itu berasal dari korban tewas antara tahun 900 dan 1200 Masehi, demikian disimpulkan Institut Nasional Antropologi dan Sejarah hari Rabu, (28/4/2022)

“Meyakini mereka sedang melihat tempat kejadian perkara, penyelidik mengumpulkan tulang-tulang itu dan mulai memeriksanya di Tuxtla Gutierrez,” kata ibu kota negara bagian itu, kata lembaga yang bernama INAH dalam sebuah pernyataan.

Polisi pada tahun 2012 tidak bodoh; daerah perbatasan di sekitar kota Frontera Comalapa di negara bagian Chiapas selatan lama dilanda kekerasan dan perdagangan imigran, ditambah lagi catatan bahwa tumpukan tengkorak pra-Hispanik di Meksiko biasanya menunjukkan lubang yang menembus setiap sisi setiap tengkorak, dan biasanya ditemukan di alun-alun upacara, bukan di dalam gua.

Tetapi para ahli mengatakan hari Rabu, tengkorak-tengkorak di dalam gua itu mungkin telah dipenggal kepalanya secara ritual dan tengkorak-tengkorak itu dipajang di semacam rak piala yang dikenal sebagai "tzompantli."

Baca Juga: China Temukan Tengkorak Manusia Purba Jenis Baru, Dinamakan Manusia Naga

Otoritas Antropologi Meksiko simpulkan temuan 150 Tengkorak dekat perbatasan Guatemala berasal dari tahun 900 Masehi dan bukan kasus kriminal kontemporer (Sumber: AP Photo via Daily Mail)

Penakluk Spanyol menulis tentang melihat rak seperti itu di tahun 1520-an, dan beberapa kepala orang Spanyol bahkan berada diantara tumpukan-tumpukan tengkorak itu.

Meskipun biasanya digantung di tiang kayu menggunakan lubang yang menembus tengkorak, seperti praktik umum di antara suku Aztec dan budaya lain, para ahli mengatakan tengkorak di dalam gua mungkin tertancap di atas tiang, dan bukan digantung di atasnya.

Menariknya, ada lebih banyak perempuan daripada laki-laki di antara para korban, dan tidak satupun dari mereka yang memiliki gigi.

Mengingat pengalaman gua, arkeolog Javier Montes de Paz mengatakan orang mungkin harus memanggil arkeolog, bukan polisi.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV/Associated Press


TERBARU