> >

Serangan Lintas Perbatasan Militer Pakistan, Korban Tewas Jadi 47 Warga Sipil Afghanistan

Kompas dunia | 17 April 2022, 23:25 WIB
Jumlah korban tewas akibat serangan udara militer Pakistan di provinsi Khost dan Kunar di Afghanistan timur melonjak menjadi sedikitnya 47 orang, kata para pejabat Taliban di Afghanistan, Minggu (17/4/2022).(Sumber: Al Jazeera)

TOLO News, saluran TV swasta terkemuka Afghanistan, terus menayangkan rekaman mengerikan dari darah yang berserakan dan puing-puing rumah yang rusak dalam serangan di Khost.

Baca Juga: Tidak Sengaja Tembakkan Rudal ke Pakistan, India Dituding Tidak Punya Perasaan

Jumlah korban tewas akibat serangan udara militer Pakistan di provinsi Khost dan Kunar di Afghanistan timur melonjak menjadi sedikitnya 47 orang, kata para pejabat Taliban di Afghanistan hari Minggu, (17/4/2022). Pakistan beralasan serangan itu menyasar kelompok teroris Tahreek Taliban Pakistan yang kerap serang tentara Pakistan (Sumber: France24)

Militer Pakistan sejauh ini belum memberikan komentar apa pun mengenai serangan itu, tetapi pada Minggu, kementerian luar negeri di Islamabad mendesak pihak berwenang Taliban di Kabul untuk mengendalikan gerilyawan.

"Pakistan meminta Pemerintah Afghanistan yang berdaulat untuk mengamankan wilayah Perbatasan Pakistan - Afghanistan dan mengambil tindakan tegas terhadap individu yang terlibat dalam kegiatan teroris di Pakistan," kata kementerian luar negeri Pakistan.

Dikatakan tujuh tentara Pakistan tewas di distrik Waziristan Utara pada hari Kamis oleh "teroris yang beroperasi dari Afghanistan".

Daerah-daerah di sepanjang perbatasan telah lama menjadi benteng kelompok-kelompok militan seperti Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), yang beroperasi melintasi perbatasan dengan Afghanistan yang longgar.

"Sayangnya, elemen kelompok teroris terlarang di wilayah perbatasan, termasuk TTP, terus menyerang pos keamanan perbatasan Pakistan, mengakibatkan beberapa tentara Pakistan tewas," kata kementerian luar negeri Pakistan.

Taliban Afghanistan dan TTP adalah kelompok yang terpisah di kedua negara, tetapi memiliki ideologi yang sama dan berasal dari orang-orang yang tinggal di kedua sisi perbatasan.

Baca Juga: Gedung Konsulat dan Kedutaan Iran di Afghanistan Diserang, Teheran Panggil Utusan Taliban

Ribuan orang biasanya melintasi perbatasan setiap hari, termasuk para pedagang, warga Afghanistan yang mencari perawatan medis di Pakistan, dan orang-orang yang mengunjungi kerabat.

Bulan lalu TTP mengumumkan akan melancarkan serangan terhadap pasukan keamanan Pakistan sejak hari pertama bulan suci Ramadhan.

TTP menekan pihak berwenang Pakistan untuk mengizinkan gerilyawan kembali ke kampung halaman mereka dengan impunitas setelah personel tempur asing diperintahkan oleh Taliban Afghanistan untuk meninggalkan Afghanistan.

Sementara itu, pemerintah Taliban Afghanistan mengeluarkan peringatan kepada Pakistan setelah serangan hari Sabtu.

"Ini adalah kekejaman dan membuka jalan bagi permusuhan antara Afghanistan dan Pakistan," kata juru bicara pemerintah Taliban Zabihullah Mujahid, Sabtu malam.

"Pihak Pakistan harus tahu bahwa jika perang dimulai, itu tidak akan menjadi kepentingan pihak mana pun."

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV/France24


TERBARU