> >

Dukung Pembebasan Palestina, Profesor Israel Sumbangkan Hadiah Uang yang Diterimanya kepada 5 LSM

Kompas dunia | 15 April 2022, 16:23 WIB
Profesor Oded Goldreich saat menerima penghargaan Israel Prize di Yerusalem, Senin (11/4/2022). Rabu (13/4/2022), Goldreich mengumumkan akan menyumbangkan hadiah uang yang diterimanya kepada lima organisasi yang menurutnya bekerja untuk menghentikan pendudukan Israel atas Palestina. (Sumber: Twitter Weizmann Institute)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Profesor penerima penghargaan Israel Prize bidang matematika dan ilmu komputer 2021, Oded Goldreich, menyumbangkan hadiah uang yang diterimanya kepada lima organisasi HAM yang mendukung penghentian pendudukan Israel atas Palestina.

Profesor ilmu komputer di Fakultas Matematika dan Ilmu Komputer, Institut Sains Weizmann itu berhak atas hadiah uang sebesar USD23.300.

Rabu (13/4/2022), dia mengumumkan akan menyumbangkan uang tersebut kepada lima organisasi yang menurutnya bekerja untuk menghentikan pendudukan Israel atas Palestina, kesetaraan bagi seluruh warga Israel, dan keadilan sosial.

Seperti dilansir Middle East Monitor, kelima organisasi tersebut adalah Breaking the Silence, Standing Together, Kav LaOved, B’Tselem, dan Pusat Hukum untuk Hak-Hak Minoritas Arab di Israel (Adalah).

Goldreich secara resmi menerima penghargaan tersebut pada Senin (11/2/2022) atas hasil karyanya dalam teori kompleksitas komputasional.

Baca Juga: Tentara Israel Serang Muslim Palestina yang Akan Salat Subuh di Masjid Al-Aqsa

“Saya ingin mengatakan sesuatu yang agak politis. Ceritanya tidak lengkap tanpa menyebutkan harga yang harus dibayar oleh bangsa lain untuk kebangkitan kita, dan komitmen moral kita untuk berusaha sebaik-baiknya untuk memberikan kompensasi dan tidak menindas bangsa lain,” ujar Goldreich seperti dikutip dari Middle East Monitor.

“Kita, tentu saja, melakukan yang sebaliknya. Secara pribadi, ini membuat kehidupan saya suram.”

The Times of Israel melaporkan, komite Israel Prize menganugerahkan penghargaan tersebut kepada Goldreich pada tahun lalu.

Namun, Menteri Pendidikan Israel Yifat Shasha-Biton menolak menyerahkan penghargaan tersebut kepada Goldreich.

Bulan lalu, Pengadilan Tinggi Israel memutuskan Shasha-Biton harus menyerahkan penghargaan tersebut kepada Goldreich menyusul petisi yang diajukan para anggota komite Israel Prize atas penolakan sang menteri.

Baca Juga: Cerita Umat Kristen di Palestina Berbagi Takjil untuk Buka Puasa

Penulis : Edy A. Putra Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV


TERBARU