> >

Intelijen Inggris Ingatkan China Tak Memihak Rusia, Akan Sulitkan Tiongkok Jadi Sosok Besar Dunia

Krisis rusia ukraina | 31 Maret 2022, 10:04 WIB
Presiden China Xi Jinping (kanan) dan Presiden Rusia Vladimir Putin saat bertemu di Beijing, China, 4 Februari 2022. (Sumber: Alexei Druzhinin, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP, File)

LONDON, KOMPAS.TV - Intelijen Inggris memperingatkan China untuk tak memihak Rusia terkait penyerangan ke Ukraina.

Kepala Siber-Intelijen Inggris GCHQ, Sir Jeremy Flaming, menegaskan jika memihak Rusia, China sendiri yang akan susah.

Fleming mengatakan hal tersebut akan menyulitkan China untuk menjadi sosok besar di dunia.

Ia menegaskan bahwa kepentingan jangka panjang China tak akan terwakili dengan aliansinya bersama Moskow.

Baca Juga: Janji Putin, Serangan Rusia ke Mariupol Akan Berhenti jika Pasukan Ukraina Menyerah

Dikutip dari BBC, Fleming menegaskan keinginan China untuk menjadi pemain besar di panggung dunia tak akan terwakili, jika memutuskan bersekutu dengan rezim yang dengan sengaja dan secara ilegal mengabaikan aturan internasional.

Fleming menegaskan Presiden Rusia Vladimir Putin telah membuat langkah strategis yang jelas dengan bersekutu dengan China.

Apalagi China menunjukkan bahwa mereka telah berkembang sebagai negara yang kuat.

Ia mengatakan Rusia saat ini menatap China sebagai jalan keluar sebagai penjual senjata, teknologi dan potensi pasar untuk minyak dan gas.

Tetapi, Fleming menyarankan agar Presiden China Xi Jinping memiliki pandangan yang lebih bernuansa tentang hubungan itu.

Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti

Sumber : BBC


TERBARU