> >

Ukraina Tuding Jet Tempur Rusia Bom Pemukiman, Relawan Oposisi Belarus Angkat Senjata Bela Ukraina

Krisis rusia ukraina | 9 Maret 2022, 08:11 WIB
Seorang nenek duduk di bangku stasiun kereta bawah tanah yang berubah menjadi tempat perlindungan di Kiev, Ukraina, Selasa, 8 Maret 2022. Ukraina menuding pesawat-pesawat tempur Rusia melakukan serangan baru di daerah pemukiman di bagian timur dan tengah negara itu, menewaskan dua orang termasuk anak usia 7 tahun di kota Chuhuiv Ukraina Timur, Selasa malam, (8/3/2022) (Sumber: AP Photo/Vadim Ghirda)

LVIV, KOMPAS.TV — Otoritas Ukraina menuding pesawat-pesawat tempur Rusia melakukan serangan baru di daerah pemukiman di bagian timur dan tengah negara itu.

Akibat serangan itu menewaskan dua orang termasuk anak usia 7 tahun di kota Chuhuiv sebelah timur Kharkiv, Ukraina Timur, Selasa malam (8/3/2022).

Seperti dilansir Associated Press, di kota Malyn yang berada di wilayah Zhytomyr sebelah barat ibukota Kiev, Ukraina menuding serangan Rusia menewaskan setidaknya lima orang, termasuk dua anak-anak.

Artileri Rusia dilaporkan menggempur pinggiran Kiev, memaksa warga sipil untuk bersembunyi di tempat penampungan.

"Sementara air, makanan dan pasokan listrik telah terputus," kata Yaroslav Moskalenko, seorang pejabat yang mengoordinasikan upaya kemanusiaan di wilayah Kiev.

Moskalenko menuding gempuran itu membuat tidak mungkin untuk mengevakuasi mayat lima orang yang tewas ketika kendaraan mereka ditembaki di Borodianka dekat Kiev serta jenazah 12 pasien rumah sakit jiwa di sana.

Moskalenko juga mengatakan, 200 pasien rumah sakti jiwa lainnya terjebak di sana tanpa makanan dan obat-obatan.

Baca Juga: Rusia Kembali Umumkan Gencatan Senjata Rabu, Buka Koridor Evakuasi Warga Sipil dari 5 Kota Ukraina

Relawan Belarusia menerima pelatihan militer di pangkalan Kompi Belarusia di Kiev, Ukraina, Selasa, 8 Maret 2022. Ratusan emigran dan warga Belarusia telah tiba di Ukraina untuk membantu tentara Ukraina memerangi pasukan invasi Rusia. (Sumber: AP Photo/Efram Lukatsky)

Warga Belarusia yang tinggal di Ukraina dilaporkan membentuk unit militer dan bersiap untuk bergabung dalam perang melawan Rusia.

Jan Derbeiko, 26 tahun, mengatakan dia tinggal di Kiev sejak November 2020 usai dipaksa meninggalkan Belarus karena berpartisipasi dalam protes terhadap Presiden Alexander Lukashenko.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Gading-Persada

Sumber : Associated Press


TERBARU