> >

AS-Eropa Bahas Larangan Impor Minyak Rusia, Harga Minyak Mentah Pecah Rekor Lagi

Krisis rusia ukraina | 8 Maret 2022, 06:58 WIB
Harga minyak kembali melonjak seiring Amerika Serikat dan Eropa yang tengah membahas sanksi larangan impor minyak Rusia. (Sumber: Spencer Platt/Getty Images North America)

NEW YORK, KOMPAS.TV - Harga minyak melonjak ke level tertinggi sejak 2008 pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB). Penyebabnya, Amerika Serikat dan Eropa membahas larangan impor minyak Rusia.

Di sisi lain, minyak Iran belum akan kembali dalam waktu cepat ke pasar global.

Mengutip dari Antara, Selasa (8/3/2022), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei naik 5,10 dollar AS atau 4,3 persen. Harga Brent menjadi 123,21 dlar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Lalu harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman April, naik 3,72 dollar AS atau 3,2 persen. Harga WTI menjadi 119,40 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Baca Juga: Vladimir Putin Didepak dari Federasi Judo Internasional

Angka tersebut merupakan harga penutupan tertinggi sejak September 2008. 

"Gambaran yang lebih besar adalah bahwa gangguan pasokan semakin parah. Tidak ada yang ingin menyentuh apa pun yang berhubungan dengan Rusia," kata Presiden Lipow Oil Associates Andrew Lipow.

Sebelum Rusia menginvasi Ukraina, harga minya sudah melambung. Namun kini Krisis Rusia-Ukraina semakin membuat harga minyak meroket. Harga minyak global telah melonjak sekitar 60 persen sejak awal 2022.

Hal itu menimbulkan kekhawatiran tentang melambatnya pertumbuhan ekonomi global.

Baca Juga: Perundingan Ketiga Rusia dan Ukraina Catat Kemajuan untuk Evakuasi Warga, Politik dan Militer Belum

Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Antara


TERBARU