> >

Putin Keluarkan Peringatan Keras bila Ada Zona Larangan Terbang di Atas Ukraina

Krisis rusia ukraina | 5 Maret 2022, 23:26 WIB
Vladimir Putin mengatakan Moskow akan mempertimbangkan penerapan zona larangan terbang di atas Ukraina sebagai “partisipasi dalam konflik bersenjata,” dan akan melihat setiap langkah ke arah ini sebagai intervensi yang akan mengancam tentara mereka. (Sumber: Andrei Gorshkov, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

MOSKOW, KOMPAS.TV — Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Moskow akan mempertimbangkan penerapan zona larangan terbang di atas Ukraina sebagai partisipasi dalam konflik bersenjata. Zona larangan terbang di atas Ukraina akan dilihat sebagai intervensi yang akan mengancam tentara Rusia.

Berbicara pada pertemuan dengan pilot wanita pada hari Sabtu, Putin mengatakan, "Sekarang kami mendengar bahwa zona larangan terbang harus ditetapkan di wilayah Ukraina. Tidak mungkin melakukannya di wilayah Ukraina sendiri. Itu hanya mungkin dari wilayah beberapa negara tetangga dan pada detik itu juga akan kami anggap sebagai tindakan ikut campur dalam konflik bersenjata dari wilayah manapun yag akan mengancam tentara kami."

"Kedua, kami akan melihat mereka sebagai peserta konflik militer dan kami tidak peduli dari keanggotaan apa pun mereka berasal," kata Putin, seperti dilaporkan Associated Press, Sabtu (5/3/2022).

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebelumnya mendesak NATO memberlakukan zona larangan terbang di negaranya, seraya mengancam NATO, "Semua orang yang mati mulai hari ini akan mati karena Anda."

Namun NATO pada hari Jumat kemarin menolak untuk memberlakukan zona larangan terbang di atas Ukraina, karena tindakan seperti itu dapat memicu perang yang meluas di Eropa dengan Rusia yang bersenjata nuklir.

Baca Juga: Zelensky Murka NATO Tak Mau Tetapkan Zona Larangan Terbang di Ukraina

Pesawat F-15C AU Amerika Serikat lepas landas dari Pangkalan Udara Lask, Polandia, 14 Februari. 15, 2022, bagian dari operasi polisi udara NATO. (Sumber: US Air Force)

Berbicara setelah rapat dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan rekan-rekannya, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengakui penderitaan rakyat Ukraina saat Rusia meningkatkan penggunaan senjata beratnya, menembaki berbagai kota, dan memaksa lebih dari satu juta orang ke luar negeri.

“Apa yang terjadi sekarang di Ukraina sangat mengerikan. Ini menyakitkan dan kami melihat penderitaan manusia, kami melihat kehancuran pada skala yang belum pernah kami lihat di Eropa sejak Perang Dunia Kedua,” katanya.

Tapi, dia menambahkan, “Kami tidak akan pergi ke Ukraina, baik di darat maupun di wilayah udara Ukraina.”

Baca Juga: Zelensky Murka NATO Tak Mau Tetapkan Zona Larangan Terbang di Ukraina

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Associated Press


TERBARU