> >

Ledakan Besar Hantam Pusat Kota Kharkiv dan Kenai Warga Sipil, Zelensky: Tak Ada Maaf untuk Rusia

Krisis rusia ukraina | 1 Maret 2022, 21:41 WIB
Kerusakan di gedung pemerintah Kharkiv usai Rusia menghantam pusat kota terbesar kedua Ukraina itu dengan ledakan besar pada Selasa (1/3/2022) pagi waktu setempat. (Sumber: Pavel Dorogoy/Associated Press)

KHARKIV, KOMPAS.TV - Pusat kota Kharkiv, Ukraina dihantam ledakan besar pada Selasa (1/3/2022) pagi waktu setempat. Ledakan di kota terbesar kedua Ukraina ini merusak gedung bersejarah milik pemerintah provinsi dan mengenai warga sipil.

Rekaman CCTV setelah kejadian menunjukkan, serangan itu menghantam persimpangan dekat gedung pemerintah Kharkiv. Sejumlah kendaraan sedang berjalan ketika serangan terjadi.

Ledakan besar itu merusak parah gedung pemerintah yang merupakan tinggalan Uni Soviet. Sejumlah orang dilaporkan tertimpa reruntuhan bangunan.

“Kamu tidak bisa melihat ini tanpa menangis,” kata seorang saksi mata dalam rekaman video pasca-kejadian. Rekaman ini telah diverifikasi Associated Press.

Data awal dari badan tanggap darurat menyebut sedikitnya enam orang tewas dan 20 lain terluka. Total jumlah korban dalam serangan ini belum bisa dikonfirmasi. Jenis senjata yang digunakan Rusia pun belum diketahui.

Baca Juga: Ukraina: Serangan Roket Rusia ke Kharkiv Tewaskan 11 Orang, Puluhan Terluka

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berang atas serangan yang menghantam Alun-Alun Svobody Kharkiv pada Selasa (1/3) pagi. Ia menyebut serangan Rusia “teror tanpa tedeng aling-aling.”

“Tidak akan ada yang memaafkan. Tidak akan ada yang melupakan. Serangan di Kharkiv ini jelas kejahatan perang,” kata Zelensky.

Rusia selalu membantah kalau pihaknya menargetkan areal permukiman dan fasilitas sipil. Namun, sejak invasi meletus pada 24 Februari, setumpuk bukti serangan Rusia ke fasilitas sipil bermunculan.

Pada Senin (28/2) lalu, serangan roket Rusia menghantam areal permukiman di Kharkiv. Setidaknya 11 orang tewas akibat serangan tersebut.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV/Associated Press


TERBARU