> >

Ukraina Minta Palang Merah Internasional Bantu Pulangkan Ribuan Mayat Tentara Rusia

Krisis rusia ukraina | 26 Februari 2022, 20:47 WIB
Tentara Ukraina berjaga di dekat truk militer yang terbakar di Kiev. Dilaporkan korban tewas atas serangan Rusia ke Ukraina mencapai 198 jiwa, dan tiga di antaranya anak-anak. (Sumber: AP Photo/Efrem Lukatsky)

KIEV, KOMPAS.TV - Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk meminta Palang Merah Internasional (IRC) untuk mengatur repatriasi atau pemulangan kembali ribuan tentara Rusia yang tewas.

“Kami meminta Palang Merah Internasional untuk membantu kami merepatriasi mayat-mayat tentara Rusia (kembali) ke Rusia. Ada ribuan mayat penyerang (Rusia). Ini kebutuhan kemanusiaan. Dan kami meminta agar mayat para penyerang dapat meninggalkan wilayah Ukraina dan kembali ke Rusia,” ujarnya di Kiev, seperti dikutip dari Associated Press, Sabtu (26/2/2022).

Baca Juga: Usai Serang Ukraina, Rusia Ancam Finlandia dan Swedia jika Bergabung dengan NATO

Sementara itu, tentara Rusia terus merangsek Kiev pada Sabtu (26/2) setelah semalaman menggempur ibu kota Rusia itu. Pemerintah Ukraina meminta agar rakyat Ukraina berlindung di bunker bawah tanah.

Gempuran di jalanan Kiev terjadi menyusul serangan udara dan rudal masif seiring pergerakan tentara Rusia dari utara, timur dan selatan.

Masih belum jelas seberapa jauh tentara Rusia telah merangsek masuk ibu kota.

Baca Juga: Rusia Akan Balas Sanksi dari Barat

Menteri Kesehatan Ukraina melaporkan pada Sabtu bahwa 198 orang, termasuk tiga anak-anak, tewas terbunuh. Sementara, lebih dari 1.000 orang lainnya terlah terluka sejak invasi Rusia dimulai pada Kamis (24/2) dini hari. 

Masih belum jelas berapa korban tewas dari pihak militer dan rakyat sipil.

Sejumlah pejabat Ukraina menyatakan, ratusan tentara Rusia telah tewas terbunuh pada hari pertama pertempuran.

Penulis : Vyara Lestari Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Associated Press


TERBARU