> >

Arab Saudi Bangun Kakbah di Metaverse, Direktorat Agama Turki: Tidak Bisa untuk Ibadah Haji

Kompas dunia | 8 Februari 2022, 16:35 WIB
Foto ilustrasi. Situasi di sekitar Kabah saat pandemi. Arab Saudi meluncurkan Ka'bah di metaverse sejak Desember 2021. (Sumber: KOMPAS.com/AFP/ABDEL GHANI BASHIR)

ANKARA, KOMPAS.TV - Arab Saudi merilis Kakbah secara virtual di metaverse sejak Desember 2021 lalu.

Inisiatif tersebut diharapkan membuat pengunjung bisa melihat-lihat Kakbah dan Hajar Aswad secara virtual.

“Inisiatif ini membuat umat muslim bisa mengalami Hajar Aswad secara virtual sebelum berhaji ke Mekah,” tulis pernyataan Arab Saudi ketika peluncuran.

Akan tetapi, inisiatif Arab Saudi itu tak luput dari kontroversi. Sejumlah kalangan mempertanyakan apakah kunjungan ke Kakbah di metaverse bisa dianggap sebagai 'haji' atau 'ibadah betulan'.

Direktorat Agama Turki (Diyanet), lembaga negeri yang mengurus perkara terkait agama Islam, menyebut kunjungan ke Kakbah metaverse dibolehkan.

Namun tidak bisa dianggap sebagai 'haji betulan'.

Diyanet mengambil keputusan itu usai berdiskusi selama kurang-lebih satu bulan. 

“Ini (haji di metaverse) tidak bisa dilakukan. Umat mukmin bisa mengunjungi Kakbah di metaverse, tetapi itu tidak akan dianggap sebagai ibadah betulan,” kata Direktur Haji dan Umrah Diyanet, Remzi Bircan kepada Hurriyet Daily News.

“Orang-orang harus menginjakkan kakinya di tanah (Mekah),” lanjutnya.

Baca Juga: Bikin Simbol LGBT di Dekat Gambar Kabah, Empat Mahasiswa Turki Ditangkap

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada

Sumber : Hurriyet Daily News


TERBARU