> >

Polisi Laos Sita 36 Juta Narkoba Jenis Pil Metamfetamin, Jadi Tangkapan Terbesar Kedua

Kompas dunia | 29 Januari 2022, 17:35 WIB
Laos melakukan penyitaan tunggal terbesar kedua atas narkoba sebanyak 36 juta pil metamfetamin, kata pejabat PBB hari Sabtu (29/1/2922). Empat orang ditangkap di kota Huay Xai hari Rabu dan kepolisian Laos juga menemukan 590 kilogram sabu. (Sumber: CNN)

BANGKOK, KOMPAS.TV - Kepolisian Laos berhasil melakukan penyitaan tunggal terbesar kedua atas obat-obatan terlarang, sebanyak 36 juta pil metamfetamin, kata seorang pejabat PBB pada Sabtu (29/1/2922) seperti dilansir Straits Times.

Perwakilan regional Kantor Narkoba dan Kejahatan PBB Jeremy Douglas mengatakan, empat orang ditangkap dalam penggerebekan narkoba di Kota Huay Xai pada Rabu dan kepolisian Laos juga menemukan 590 kilogram sabu.

"Empat orang yang ditangkap itu tingkatnya cukup rendah... tidak ada gembong," katanya kepada Jeremy Douglas seperti dilansir Straits Times.

Foto-foto penangkapan menunjukkan para tersangka dan polisi di depan dinding obat-obatan serta karung menumpuk seperti karung pasir.

"Ini penyitaan terbesar kedua yang pernah dilakukan Laos. Thailand tidak pernah melakukan penyitaan sebesar itu," kata Douglas.

Media Thailand melaporkan bahwa heroin dan senapan juga ditemukan selama penggerebekan malam itu.

Tablet sabu itu diyakini ditujukan untuk Thailand tetapi pil metamfetamin itu ditujukan untuk pasar bernilai lebih tinggi termasuk Australia, tambah Douglas.

Baca Juga: Penggerebekan Narkoba Terbesar di Asia, Polisi Laos Sita BB Berjumlah Spektakuler dari Segitiga Emas

Laos melakukan penyitaan tunggal terbesar kedua atas narkoba sebanyak 36 juta pil metamfetamin, kata pejabat PBB hari Sabtu (29/1/2922). Empat orang ditangkap di kota Huay Xai hari Rabu dan kepolisian Laos juga menemukan 590 kilogram sabu. (Sumber: ASEAN Tribune)

Melimpahnya pil sabu di wilayah tersebut telah membuat harga jual di jalanan anjlok di Bangkok dan kota-kota Asia Tenggara lainnya.

Para ahli mengatakan, produksi metamfetamin berada pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dan telah diperburuk oleh kudeta di Myanmar tahun lalu yang melumpuhkan ekonomi dan mata pencaharian.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV/Straits Times


TERBARU