> >

Ketika Rabi Israel Berteduh dan Berdoa Bersama Kaum Muslim Selama Badai Salju di Istanbul

Kompas dunia | 28 Januari 2022, 09:11 WIB
Seorang perempuan berjalan di sepanjang halaman yang tertutup salju di depan masjid Suleymaniye, di Istanbul, Turki, 27 Januari 2022. Badai salju menyebabkan gangguan besar di Istanbul pada minggu ini. Kota terbesar di Turki tersebut harus menghentikan penerbangan, memblokir jalan raya dan menyebabkan pemadaman listrik. (Sumber: Foto AP/Francisco Seco)

ISTANBUL, KOMPAS.TV - Kota terbesar di Turki dilanda badai salju besar awal pekan ini. Seorang rabi Yahudi asal Israel merupakan salah satu orang yang terdampak cuaca buruk di Istanbul. Dia harus berlindung di sebuah masjid di Istanbul ketika badai salju menghantam.

Rabi Israel Elbaum berada di Istanbul untuk urusan pekerjaannya sebagai pengontrol makanan. Ia memeriksa apakah perusahaan mematuhi persyaratan hukum Yahudi, sebuah standar makanan Yahudi yang mirip dengan standar halal makanan Muslim.

Rabi berusia 62 tahun itu berangkat untuk mengejar pesawatnya, setelah menyelesaikan pekerjaannya pada hari Selasa (25/1/2022). Namun dia terjebak di jalanan karena hujan salju lebat menyebabkan gangguan lalu lintas dan bandara besar kota itu ditutup.

Baca Juga: Erdogan Mulai Langkah Pertama “Proyek Gila” Kanal Istanbul

Elbaum harus menunggu di mobil dari jam 3 sore waktu setempat  hingga pukul 02:00 dini hari keesokan harinya. Dia kemudian dibawa ke kantor polisi dan kemudian ke Masjid Ali Kuscu dekat Bandara Istanbul oleh petugas di Turki.

Berbicara kepada Anadolu Agency di Istanbul, Elbaum mengingat pengalamannya bermalam di masjid, di mana dia bersama dengan banyak orang lainnya, tiba pada pukul 4 pagi.

"Dingin sekali. Saya harus melepas sepatu saya (ketika masuk masjid) seperti yang dilakukan orang lain," katanya. “Karpetnya hangat. Orang-orang menatap saya karena saya terlihat berbeda, tetapi tidak mengatakan apa-apa dan tersenyum. Itu sangat bagus," ujarnya.

Ketika dia melihat orang lain tidur, dia juga tidur siang. Dia kemudian melakukan sholat subuh bersama dengan jamaah Muslim.

Baca Juga: Presiden Turki Erdogan Resmikan Masjid Raya di Alun-Alun Taksim Kota Istanbul

“Kita sama-sama berdoa kepada Tuhan, jadi menurut saya tidak masalah,” ujarnya. “Kami berdoa untuk Tuhan yang sama, kami adalah anak-anak Tuhan. Dan menyenangkan bisa bersama. Berdoa bersama, menari dan tersenyum bersama,” ujarnya.

Penulis : Tussie Ayu Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Anadolu Agency, Associated Press


TERBARU