> >

Hanya 20,6 Persen Warga Jepang yang Merasa Bersahabat dengan China

Kompas dunia | 22 Januari 2022, 13:52 WIB
Para pejalan kaki melintasi sebuah lintasan penyeberangan di Tokyo, Jepang pada 21 Januari 2022. Jumlah warga Jepang yang "merasa bersahabat" dengan China menurun dalam survei yang diadakan pemerintah pada 2021. Sebaliknya yang "merasa tidak bersahabat" justru naik. (Sumber: AP Photo/Eugene Hoshiko)

Kantor Kabinet Jepang memperingatkan bahwa hasil survei tahun ini yang digelar pada 30 September-7 November 2021, tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan data sebelum 2020.

Hal itu lantaran metode pengumpulan data yang digunakan berbeda. Sebelum tahun 2020, data dihimpun melalui wawancara tatap muka. Tapi sejak pandemi Covid-19, data dikumpulkan melalui email.

Survei terbaru melibatkan 3.000 orang dewasa, dan 56,7 persen memberikan respons yang valid.

Baca Juga: 77 Persen Warga Jepang Gelisah, Apa sih yang Dikhawatirkan?

Sementara jumlah warga Jepang yang "merasa bersahabat" dengan Amerika Serikat (AS) mencetak rekor baru dalam survei 2021.

Sebanyak 88,5 persen warga Jepang "merasa bersahabat" dengan AS. Angka tersebut meningkat 4,5 poin persen jika dibandingkan dengan hasil survei tahun sebelumnya.

Pertanyaan mengenai perasaan bersahabat dengan AS muncul pertama kali dalam survei pada tahun 1978.

Survei terbaru ini juga menunjukkan bahwa 91,3 persen responden memandang hubungan Jepang dan AS "lumayan bagus" atau "bagus."

Sementara 98,2 persen mengatakan hubungan bilateral adalah sesuatu yang "lumayan penting" atau "penting." Angka ini juga tercatat sebagai yang tertinggi sejak survei diadakan.

Baca Juga: Jepang Desak AS Batasi Pergerakan Tentaranya di Okinawa, Ada Apa?

Pejabat Kemlu Jepang tersebut mengatakan kepada wartawan, hasil survei ini menunjukkan kondisi hubungan AS-Jepang dalam keadaan baik.

"Pemerintah Jepang telah memperkuat aliansinya dengan Amerika Serikat, dan kolaborasi dengan pemerintahan Biden (Presiden AS Joe Biden) dalam berbagai bidang seperti keamanan nasional, ekonomi, dan interaksi orang-ke-orang," ujar pejabat tersebut seperti dikutip dari Japan Today.

Penulis : Edy A. Putra Editor : Gading-Persada

Sumber : Japan Today


TERBARU