> >

Prancis Segera Musnahkan 1,3 Juta Unggas Hadapi Lonjakan Flu Burung

Kompas dunia | 21 Januari 2022, 01:05 WIB
Pemerintah Prancis hari Kamis (20/1/2022) mengatakan mereka segera memusnahkan lebih dari satu juta unggas dalam beberapa minggu mendatang untuk memerangi lonjakan wabah flu burung. Semua bebek, ayam, dan kalkun harus dimusnahkan di sekitar 226 kota di wilayah Landes, Gers, dan Pyrenees Atlantiques barat daya Prancis, dengan total hingga 1,3 juta unggas. (Sumber: Straits Times)

PARIS, KOMPAS.TV - Pemerintah Prancis hari Kamis (20/1/2022) mengatakan mereka segera memusnahkan lebih dari satu juta unggas dalam beberapa minggu mendatang untuk memerangi lonjakan wabah flu burung di peternakan unggas negara mereka.

Semua bebek, ayam, dan kalkun harus dimusnahkan di 226 kota wilayah Landes, Gers, dan Pyrenees Atlantiques Prancis, totalnya 1,3 juta unggas.

"Kami membutuhkan waktu sekitar tiga minggu untuk membersihkan seluruh area," kata Kementerian Pertanian Prancis, seperti dilansir Straits Times, Kamis (20/1/2022).

Dengan memusnahkan populasi unggas di tempat virus menyebar, para pejabat berharap mempersingkat wabah dan mencegahnya menjangkau daerah peternakan unggas lainnya.

Lebih dari satu juta unggas telah dimusnahkan dalam upaya untuk meredam wabah flu burung yang dimulai pada akhir November.

Petani di wilayah tersebut, yang terkenal dengan foie gras liver pate yang menguntungkan namun kontroversial, diberi kompensasi untuk hewan yang dimusnahkan.

Baca Juga: Kebun Binatang Prancis Digegerkan Kawanan Serigala yang Rusak Kandang dan Kabur

Petugas kesehatan membunuh dan membuang ribuan kalkun di sebuah peternakan di Denmark pada 6 Januari 2022. Pemerintah Prancis hari Kamis (20/1/2022) mengatakan mereka segera memusnahkan lebih dari satu juta unggas dalam beberapa minggu mendatang untuk memerangi lonjakan wabah flu burung. (Sumber: Straits Times)

Kementerian Pertanian berencana meminta rumah potong hewan, sejumlah besar pekerja, termasuk siswa sekolah dokter hewan, untuk mempercepat prosesnya.

Beberapa negara Eropa sekarang sedang berjuang melawan jenis flu yang sangat menular, H5N1, hanya setahun setelah virus serupa memusnahkan ternak.

Prancis dilanda empat kali wabah flu burung, terutama di wilayah barat daya sejak 2015, dengan 3,5 juta unggas terbunuh pada musim dingin lalu.

Langkah-langkah seperti karantina pada saat kontak potensial dengan burung liar yang bermigrasi dan pengurangan kepadatan di peternakan bebek "diperlukan, tetapi belum cukup", kata Herve Dupouy, seorang peternak bebek dan pemimpin serikat petani di Landes.

"Kami putus asa, moral petani buruk. Bagaimana kami bisa melihat ke masa depan di luar situasi yang kami alami, dengan hewan mati di peternakan kami?"

 

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Straits Times


TERBARU