> >

Kasus Baru Covid-19 Melonjak Tajam, Rusia Perpendek Karantina Jadi 7 Hari

Kompas dunia | 19 Januari 2022, 02:35 WIB
Wakil Perdana Menteri Rusia Tatyana Golikova mengatakan pemerintahnya memutuskan untuk memperpendek masa isolasi dan karantina bagi mereka yang terinfeksi Covid-19, dari 14 hari menjadi 7 hari. (Sumber: Dmitry Astakhov, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

Presiden Vladimir Putin mengatakan, Rusia memiliki “beberapa minggu” untuk mempersiapkan gelombang serangan virus yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Golikova menambahkan bahwa 1.682 kasus omicron dikonfirmasi secara resmi di Rusia sejauh ini, tetapi dia menduga jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi.

Baca Juga: Rusia Tuntut Jawaban tentang Jaminan Keamanan sebelum Setuju untuk Bahas Ukraina

Ilustrasi Seorang gelandangan di Moskow, Rusia divaksin Covid-19 pada 20 Desember 2021. (Sumber: Alexander Zemlianichenko/Associated Press)

"Varian baru sudah mendominasi di Moskow, wilayah terpencil dan St. Petersburg, kota terbesar kedua di Rusia," katanya.

"Lonjakan infeksi baru-baru ini sejauh ini belum menyebabkan lonjakan rawat inap. Sejauh ini kami tidak melihat proporsi kasus parah yang sama seperti di delta,” kata Mishustin, seraya menambahkan, walau bagaimanapun “kami perlu bersiap untuk setiap peristiwa,” kata Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov hari Selasa mengatakan pihak berwenang tidak membahas pengetatan lebih jauh di tingkat nasional.

Rusia hanya menerapkan lockdown satu kali pada tahun 2020.

Meskipun banyak orang Rusia diperintahkan untuk tidak bekerja selama seminggu pada bulan Oktober 2021 di tengah lonjakan kasus dan kematian yang dilaporkan.

Pada hari Jumat, pemerintah memutuskan untuk menunda tanpa batas waktu pembatasan lebih ketat bagi mereka yang tidak divaksinasi.

Kebijakan itu bila dilaksanakan dianggap akan sangat tidak populer di kalangan orang Rusia yang ragu-ragu terhadap vaksin.

Hanya sekitar setengah dari 146 juta populasi Rusia yang sudah menjalani vaksinasi penuh.

Walaupun Rusia mengatakan mereka adalah negara pertama di dunia yang menyetujui dan meluncurkan vaksin virus corona yang dikembangkan di dalam negeri.

Di Moskow, Walikota Sergei Sobyanin memperpanjang perintahnya yang mewajibkan perusahaan untuk menjaga setidaknya 30% staf bekerja dari rumah dan orang yang berusia lebih dari 60 tahun untuk tinggal di rumah hingga 1 April.

Ibu kota Rusia pada hari Selasa melaporkan 8.342 infeksi baru, lebih dari dua kali lipat angka hanya seminggu yang lalu.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV/Associated Press


TERBARU