> >

Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh Kembali Terbakar, 5.000 Orang Kehilangan Tempat Tinggal

Kompas dunia | 10 Januari 2022, 04:35 WIB
Kebakaran kembali menghanguskan sebagian kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh, seperti dikatakan kepolisian Bangladesh seperti dilansir France24, Minggu, (9/1/2021). Sekitar 1.200 rumah hangus terbakar, kata Kamran Hossain, juru bicara Batalyon Polisi Bersenjata mengamankan kamp tersebut. (Sumber: France24)

COX'S BAZAR, KOMPAS.TV - Ribuan orang kehilangan tempat tinggal setelah kebakaran menghanguskan sebagian kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh, seperti dikatakan kepolisian Bangladesh.

Sekitar 850.000 minoritas Muslim yang dianiaya, banyak di antaranya lolos dari penumpasan militer tahun 2017 di Myanmar yang menurut penyelidik PBB dieksekusi dengan "niat genosida", tinggal di jaringan kamp pengungsi di distrik perbatasan Cox's Bazar, Bangladesh.

"Sekitar 1.200 rumah hangus terbakar," kata Kamran Hossain, juru bicara Batalyon Polisi Bersenjata yang bertugas mengamankan kamp tersebut.

Api bermula di Kamp 16 dan menjalar melalui tempat perlindungan yang terbuat dari bambu dan terpal, menyebabkan lebih dari 5.000 orang kehilangan tempat tinggal.

"Api mulai menyala pada pukul 16.40 waktu setempat dan berhasil dikendalikan sekitar pukul 18.30," katanya, seperti dilansir France24, Minggu (9/1/2021).

Baca Juga: Bangladesh Mulai Vaksinasi Covid-19 untuk Pengungsi Rohingya di Cox's Bazar

Kamp pengungsi Rohingya yang hangus terbakar pada Senin (22/3/2021). (Sumber: Twitter/@shafiur)

Abdur Rashid, seorang pengungsi Rohingya berusia 22 tahun mengatakan, api begitu besar sehingga dia lari menyelamatkan diri karena rumah dan perabotannya dilalap api.

"Semua yang ada di rumah saya terbakar. Bayi dan istri saya keluar. Ada banyak barang di rumah," katanya.

"Saya menghemat 30.000 taka dari bekerja sebagai buruh harian. Uang itu disimpan di tenda dan ikut terbakar ... Saya sekarang berada di bawah langit terbuka. Saya kehilangan mimpi saya."

Pada bulan Maret tahun lalu, 15 orang tewas dan sekitar 50.000 orang kehilangan tempat tinggal di Bangladesh setelah kebakaran besar menghancurkan rumah-rumah Rohingya di pemukiman pengungsi terbesar di dunia itu.

Mohammad Yasin, pengungsi berusia 29 tahun mengeluhkan kurangnya peralatan keselamatan kebakaran di kamp-kamp.

"Kebakaran sering terjadi di sini. Tidak mungkin kami memadamkan api. Tidak ada air. Rumah saya terbakar. Banyak dokumen yang saya bawa dari Myanmar juga ikut terbakar. Dan di sini dingin," katanya.

Bangladesh selama ini dipuji karena menerima pengungsi yang mengalir melintasi perbatasan dari Myanmar, tetapi hanya sedikit berhasil menemukan rumah permanen bagi mereka.

 

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : France24


TERBARU