> >

China Bakal Sewot Lagi karena usai AUKUS, Australia akan Teken Kerja Sama Pertahanan dengan Jepang

Kompas dunia | 5 Januari 2022, 15:18 WIB
Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida. Australia dan Jepang akan menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan pada Kamis (6/1/2022). (Sumber: AP Photo )

SYDNEY, KOMPAS.TV – Australia dan Jepang akan menandatangani sebuah perjanjian pada Kamis (6/1/2022) besok. Perjanjian itu menyoal peningkatan kerja sama pertahanan dan keamanan antara kedua negara. Namun, perjanjian yang disebut merupakan perjanjian ‘bersejarah’ itu kemungkinan akan kembali membuat jengkel China. 

Melansir Associated Press pada Rabu (5/1), Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison dan PM Jepang Fumio Kishida akan bertemu dalam pertemuan virtual untuk menandatangani perjanjian itu. 

Perjanjian itu, kata Morrison, akan mendukung keterlibatan praktis yang lebih besar dan lebih kompleks antara Pasukan Pertahanan Australia dan Pasukan Bela Diri Jepang.

Baca Juga: KTT ASEAN - Australia: Indonesia Khawatir Aliansi AUKUS akan Picu Perlombaan Senjata di Indo-Pasifik

“Australia dan Jepang saling bersahabat,” imbuh Morrison. “Kemitraan strategis khusus kami lebih kuat dari sebelumnya, mencerminkan nilai-nilai kami, komitmen kami pada demokrasi dan hak asasi manusia, serta kepentingan bersama di kawasan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka dan tangguh.”

Pada September tahun lalu, Australia menandatangani perjanjian keamanan trilateral AUKUS dengan Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Kedua negara itu berjanji membantu Australia memperoleh kapal selam bertenaga nuklir.

Kesepakatan itu membuat dongkol China, yang menyebut bahwa AUKUS ‘sangat merusak perdamaian dan stabilitas kawasan, mengintensifkan perlombaan senjata dan merusak upaya non-proliferasi internasional’.

Baca Juga: Australia Berupaya Yakinkan ASEAN bahwa AUKUS Tak Ganggu Komitmen Non Proliferasi Nuklir

Dalam pernyataannya pada Rabu, Morrison menyebut perjanjian terbarunya dengan Jepang sebagai ‘bersejarah’. 

“Perjanjian ini, untuk kali pertama, akan memberi kerangka kerja yang jelas untuk meningkatkan interoperabilitas dan kerja sama antara dua kekuatan kami,” kata Morrison.

Penulis : Vyara Lestari Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Associated Press


TERBARU