> >

Kelompok Ekstremis Bunuh 41 Orang di Burkina Faso, Korban Termasuk Tokoh Politik Terkemuka

Kompas dunia | 27 Desember 2021, 20:57 WIB
Ilustrasi. Setidaknya 41 orang tewas akibat serangan kelompok ekstremis di Burkina Faso pada 23 Desember 2021. Serangan oleh kelompok bersenjata yang terkait Al-Qaeda dan ISIS meningkat di Burkina Faso setahun belakangan.  (Sumber: AP Photo)

OUGADOUGOU, KOMPAS.TV - Kelompok ekstremis Islam dilaporkan membunuh 41 orang di utara Burkina Faso pada pekan lalu. Para pelaku menyergap konvoi yang berarak di provinsi Loroum, Kamis (23/12/2021).

Melansir Associated Press, Minggu (26/12/2021), seorang tokoh politik terkemuka Burkina Faso ikut terbunuh dalam serangan ini. Ia adalah Soumaila Ganame alias Ladji Yoro, pemimpin kelompok relawan yang membantu militer.

Juru bicara pemerintah, Alkassoum Maiga, mengumumkan dua hari berkabung menyusul penyergapan konvoi di Loroum tersebut.

Baca Juga: Ratusan Orang Hilang di Tengah Kekerasan Ekstremis dan Militer Burkina Faso

Presiden Burkina Faso Roch Marc Christian Kabore menyampaikan belasungkawa atas insiden ini. Sang presiden juga memuji sosok Ganame dan menyebutnya sebagai “model bagi komitmen teguh kita memerangi musuh.”

Kematian tokoh relawan konflik Burkina Faso diperkirakan menimbulkan kepanikan. Hal tersebut disampaikan oleh Heni Nsaibia, peneliti senior Armed Conflict Location & Event Data Project.

“Ganame memang mencapai status legenda sebagai tokoh anti-pemberontak yang memegang peran kunci memobilisasi (relawan) di Loroum dan Yatenga, tetapi dia juga menjadi perwujudan negara yang absen,” kata Nsaibia.

Kekerasan di Burkina Faso meningkat setahun belakangan. Kelompok bersenjata yang terkait Al-Qaeda dan ISIS mengincar aparat keamanan serta warga sipil.

Pada November lalu, lebih dari 50 polisi dibunuh kelompok ekstremis. Sedangkan pada Juni, setidaknya 160 warga sipil dibunuh di wilayah Sahel.

Baca Juga: PBB Mengutuk Serangan Kelompok Bersenjata Burkina Faso yang Tewaskan 160 Orang

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Associated Press


TERBARU