> >

Debt Collector di AS Kini Diperbolehkan Tagih Utang Lewat Media Sosial

Kompas dunia | 4 Desember 2021, 01:05 WIB
Ilustrasi media sosial. Debt collector atau penagih utang di Amerika Serikat (AS) kini diizinkan untuk menagih utang melalui media sosial atau pesan teks di media sosial. (Sumber: Adem AY on Unsplash)

WASHINGTON, KOMPAS.TV – Debt collector atau penagih utang di Amerika Serikat (AS) kini diizinkan untuk menagih utang melalui media sosial atau pesan teks di media sosial. 

Aturan dari Biro Perlindungan Keuangan Konsumen (CFPB) itu mulai diberlakukan pekan ini. Melansir BBC pada Jumat (3/12/2021), aturan itu membuka peluang penagih utang untuk melayangkan pesan langsung ke jutaan warga AS yang memiliki pinjaman.

Sejumlah kritikus menyatakan, pesan dari penagih utang bisa hilang secara online. Lainnya menyebut bahwa aturan itu mengarah pada pelanggaran privasi dan penyebaran penipuan baru.

Baca Juga: Tanpa Firasat Apa-Apa, Debitur Singapura Didatangi Dewa Keberuntungan, Ternyata Debt Collector

Sementara, para pendukung aturan itu menyatakan, perubahan itu merupakan pembaruan sederhana atas aturan yang dibuat pada tahun 1970-an.

Perubahan, yang disetujui oleh CFPB tahun lalu di bawah pemerintahan Trump itu mengharuskan kreditur menghubungi peminjam secara pribadi. Ini berarti, pemberi pinjaman dapat mengirim pesan langsung, namun tidak mengunggah pesan di halaman publik media sosial peminjam.

Konsumen dapat memilih untuk keluar dari pesan-pesan ini, tapi kreditur tidak memerlukan izin untuk menghubungi orang. Namun, tidak ada aturan soal berapa banyak pesan yang boleh mereka kirim.

Baca Juga: Telanjur Pinjam ke Pinjol dan Diteror Debt Collector? Ini yang Harus Dilakukan

Pemberi pinjaman berpendapat bahwa aturan itu perlu diubah, mengingat Undang-Undang Praktik Penagihan Utang yang Adil, yang mengatur industri pinjaman, menjadi UU pada tahun 1977, jauh sebelum media sosial dan teks ponsel diciptakan. 

Aturan itu juga membatasi panggilan telepon. Kreditur dapat melakukan 7 panggilan telepon tiap minggu untuk satu utang tertentu. Namun, konsumen dengan banyak utang dapat ditelepon belasan kali tiap minggunya.

Penulis : Vyara Lestari Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : BBC


TERBARU