> >

Jenderal Iran Serukan Penghancuran Total Israel dan Zionisme

Kompas dunia | 29 November 2021, 13:19 WIB
Juru Bicara Angkatan Besar Iran, Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi menyerukan penghancuran total Israel dan Zionisme dari dunia. (Sumber: The Jerusalem Post)

TEHERAN, KOMPAS.TV - Jenderal besar yang juga juru bicara Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi menyerukan penghancuran total Israel dan zionisme.

Hal itu diungkapkan oleh Shekarchi pada wawancara dengan kantor berita ISNA, Sabtu (27/11/2021).

“Kami tak akan mundur dari penghancuran Israel, tidak satu milimeter pun,” tuturnya dikutip dari The Jerusalem Post.

“Kami ingin menghancurkan Zionisme yang ada di dunia,” katanya.

Baca Juga: Israel Tetap Akan Menggelar Kontes Kecantikan Miss Universe Walau Ada Varian Omicron

Pernyataan Shekarchi itu hanya beberapa hari sebelum pembicaraan nuklir dimulai di Wina, Austria, Senin (29/11/2021).

Pembicaraan itu dilakukan untuk mengekang program nuklir yang dikembangkan Iran.

AS dan negara kuat dunia lainnya berusaha memberikan bantuan atas sanksi ekonomi kepada Iran, dengan imbalan pembatasan sementara pada program nuklirnya.

Israel dan negara-negara lain percaya Iran tengah berusaha membangun perangkat senjata nuklir.

Pada kesempatan itu, Shekarchi juga mengecam Bahrain dan Uni Emirat Arab yang melakukan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel.

Ia menyebut diplomasi tersebut bukan sesuatu yang bisa diterima.

Baca Juga: Abaikan Negosiasi Nuklir Iran, Israel Siap Konfrontasi

“Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab dan negara lain yang mengaku Muslim, bagi kami mereka adalah bagian dari rezim Zionis dan ini sangat penting,” ujarnya.

Israel sendiri menganggap Iran sebagai ancaman bagi keberadaan negara zionis itu.

Iran sebelumnya sempat menuduh Israel berada di balik serangan ke fasilitas nuklir di Natanz, April lalu.

Ledakan yang sempat memadamkan listrik fasilitas nuklir itu diduga hasil dari operasi intelijen Israel.

Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti

Sumber : The Jerusalem Post


TERBARU