> >

Rumah Sakit Belanda Mulai Kirim Pasien ke Jerman, Kewalahan Atasi Lonjakan Terbaru Covid-19

Kompas dunia | 24 November 2021, 04:48 WIB
Suasana di rumah sakit Belanda di tengah melonjaknya kembali kasus Covid-19. Belanda mulai mengirim pasien Covid-19 ke Jerman untuk mengurangi tekanan akibat lonjakan kasus baru. (Sumber: Straits Times via EPA-EFE)

AMSTERDAM, KOMPAS.TV - Pemerintah Belanda mulai mengiriman pasien Covid-19 melintasi perbatasan ke Jerman untuk meringankan tekanan atas berbagai rumah sakit di negara tersebut yang mulai kepayahan menghadapi lonjakan kasus infeksi Covid-19 pada Selasa (23/11/2021).

Seperti dilansir Straits Times, seorang pasien warga Belanda dipindahkan dengan ambulans dari Rotterdam ke sebuah rumah sakit di Bochum, Jerman, sekitar 240 km arah timur, kemarin pagi. Setelah itu seorang lagi akan menyusul di hari ini Rabu (24/11), kata otoritas kesehatan Belanda.

Jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit Belanda membengkak ke level tertinggi beberapa pekan terakhir sejak bulan Mei dan diperkirakan akan meningkat lebih lanjut karena infeksi melonjak ke level rekor tertinggi.

Otoritas kesehatan Belanda, NZA,  mengatakan hampir sepertiga dari semua ruang operasi di Belanda ditutup untuk membatasi penggunaan tempat perawatan intensif.

NZA menyebutkan, tenggat waktu untuk operasi kritis tidak dapat dipenuhi di sekitar seperlima dari semua rumah sakit Belanda.

Sementara berbagai jenis perawatan telah dibatalkan di 49 dari 73 rumah sakit di negara itu.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Terus Naik, Rumah Sakit Belanda Bersiap untuk ‘Kode Hitam’

Demonstrasi menolak lockdown parsial di Rotterdam, Belanda, berlangsung ricuh pada Jumat (19/11/2021). Demonstran membakar sepeda dan menembakkan kembang api ke arah polisi. (Sumber: Tangkapan layar Media TV Rotterdam via Associated Press)

Sementara rumah sakit Jerman secara total menawarkan 20 tempat tidur untuk pasien dari Belanda, setelah merawat puluhan orang selama gelombang pandemi sebelumnya.

Di luar itu, rencana pemerintah Belanda memberlakukan pembatasan lebih lanjut untuk menahan laju infeksi baru Covid-19 memicu kerusuhan selama tiga malam mulai hari Jumat dan menghasilkan lebih dari 170 penangkapan di kota-kota di seluruh negeri Belanda.

Rencana yang ada saat ini termasuk pembatasan akses ke banyak tempat umum untuk orang-orang yang telah menjalani vaksinasi atau baru saja pulih dari Covid-19.

Tetapi masih belum jelas apakah pemerintah akan bisa mendapatkan suara mayoritas di parlemen agar bisa menjadi undang-undang.

Pada hari Senin kemarin, 470 dari total 1.050 tempat tidur perawatan intensif di Belanda digunakan untuk pasien Covid-19 dan rumah sakit sudah mengurangi perawatan rutin, termasuk perawatan kanker dan operasi jantung, untuk mengamankan ruang yang cukup bagi kasus baru infeksi Covid-19.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Gading-Persada

Sumber : Straits Times


TERBARU