> >

Keluarga Tidak Terima Perempuan Amerika Pembunuh Ibunya di Bali, Heather Mack, Bisa Bebas Lebih Awal

Kompas dunia | 30 Oktober 2021, 15:25 WIB
Heather Mack, pembunuh ibunya, Sheila von Wiese Mack, pada 2014 dibebaskan lebih awal karena berkelakuan baik. Saudara Sheila, Bill Weise dan Debbi Curran, tidak percaya Heather dibebaskan lebih awal karena berkelakuan baik. (Sumber: AP Photo/Firdia Lisnawati)

SINGAPURA, KOMPAS.TV - Pembebasan awal Heather Mack, yang divonis membantu membunuh ibunya, Sheila von Wiese Mack, di sebuah resor mewah Indonesia lalu memasukkan tubuhnya ke dalam koper enam tahun lalu, telah membuat keluarga korban terkejut.

Saudara kandung Sheila von Wiese Mack mengatakan mereka "masih tidak percaya dan syok tentang cara mengerikan dan diperhitungkan" sosialita kaya Amerika berusia 62 tahun itu meninggal.

Sheila von Wiese Mack dipukuli sampai mati oleh pacar Heather Mack, Tommy Schaefer, dengan mangkuk buah selama pertengkaran di resor bintang lima St Regis di Bali. Mayatnya ditemukan dalam koper berlumuran darah di bagasi taksi.

Heather Mack, yang hampir berusia 19 tahun dan hamil saat itu, dan Schaefer, 21, ditangkap sehari kemudian. Dia dijatuhi hukuman 10 tahun penjara sementara Schaefer dijatuhi hukuman 18 tahun karena pembunuhan.

Heather Mack dibebaskan lebih awal dari penjara wanita Kerobokan pada Jumat (29/10/2021) karena berperilaku baik.

Pada 2016, Robert Bibbs, sepupu Schaefer, mengaku bersalah membantu merencanakan pembunuhan dengan imbalan 50.000 dolar AS yang diharapkan akan diwarisi oleh Mack, dan pada tahun yang sama dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara.

Baca Juga: Perempuan Muda AS Pembunuh Ibunya di Bali Tahun 2014 Kini Bebas dari Penjara

Heather Mack, pembunuh Ibunya di Bali pada 2014 lalu, bebas dari penjara Lapas Perempuan Kerobokan Bali dan langsung dibawa aparat imigrasi untuk dideportasi, Jumat (29/10/2021). (Sumber: AP Photo/Firdia Lisnawati)

Bill Wiese dan Debbi Curran, yang merupakan saudara kandung mendiang Mack, terkejut dengan hukuman ringan yang dijatuhkan kepada Heather Mack.

Mereka menegaskan pesan teks yang dirilis di persidangan Bibbs "jelas menunjukkan bahwa dia adalah dalang pembunuhan kejam ini".

"Apakah masuk akal bagi siapa pun, bahwa dalang pembunuhan Sheila yang kejam dan disengaja akan menerima hukuman paling ringan dari mereka semua dan akan dibebaskan sebelum yang lain?" Bill Wiese dan Debbi Curran mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dilansir NBC Chicago News.

Saudara-saudaranya percaya, "pembunuhan yang kejam dan terencana itu benar-benar tentang uang".

"Kami sangat merindukan saudara perempuan kami yang karismatik dan cantik, Sheila," kata mereka. "Semua ini tidak masuk akal bagi keluarga kami dan teman-teman Sheila."

Baca Juga: Seorang Pembunuh Ibu Kandung Bertingkah seperti Kucing, Mengeong hingga Kencing di Ruang Sidang

Heather Mack menjelang sidang putusan pengadilan di Bali, 7 tahun lalu. Heather yang membunuh ibunya di Bali pada 2014 lalu, Jumat (29/10/2021), bebas dari penjara Lapas Perempuan Kerobokan Bali dan langsung dibawa aparat imigrasi untuk dideportasi. (Sumber: AP Photo/Firdia Lisnawati)

Ketika berita pembebasan Heather Mack bergema di seluruh dunia, wanita muda itu tetap berada di Bali, menurut kepala kantor imigrasi Bali untuk Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Amrizal.

Tiket penerbangan dan dokumen perjalanannya masih diproses. Heather Mack dan putrinya yang masih kecil akan segera dipulangkan.

Heather Mack melahirkan putrinya, Stella, di penjara. Anak itu bersamanya sampai dia berusia dua tahun.

Selanjutnya, dia memberikan hak asuh putrinya kepada seorang wanita yang tinggal di Bali yang berteman dengan Heather Mack tak lama setelah dia ditangkap.

Pengacara Heather Mack sebelumnya mengatakan kliennya ingin putrinya, yang tidak dia temui selama 20 bulan karena pembatasan virus corona, tetap di Bali karena dia tidak ingin anak berusia enam tahun itu "diburu oleh media (Amerika)".

"Saya takut jika dia kembali ke Amerika Serikat bersama saya, dia akan mengetahui apa yang terjadi," katanya kepada New York Post pada Agustus lalu.

Baca Juga: Terlibat Pembunuhan karena Cinta Segitiga, Seorang Perempuan Dipenjara Seumur Hidup

Heather Mack menggendong anaknya sebelum berlangsungnya salah satu persidangan pembunuhan ibunya, Sheila von Wiese Mack. Saudara Sheila, Bill Weise dan Debbi Curran, tidak percaya Heather dibebaskan lebih awal karena berkelakuan baik. (Sumber: AP Photo/Firdia Lisnawati)

Namun Amrizal, seperti kebanyakan orang Indonesia yang menggunakan satu nama, mengatakan kepada AP bahwa peraturan Indonesia tidak mengizinkan itu.

“Anak-anak di bawah umur harus didampingi oleh ibu mereka ketika ibu mereka dideportasi; tidak ada kebijakan yang mengizinkan seorang ibu meninggalkan anaknya yang masih di bawah umur di sini.”

Meskipun dia sekarang bebas, Heather Mack diperkirakan tidak akan hidup tenang selamanya karena dia mungkin akan berada di bawah penyelidikan di Amerika Serikat.

The Chicago Tribune melaporkan pada 2017 bahwa Biro Investigasi Federal (FBI) telah mengajukan surat perintah penggeledahan yang berusaha untuk mengekstrak informasi dari telepon Heather Mack sebagai bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung atas pembunuhan sebagian "untuk menentukan apakah orang lain mungkin telah mengetahui dan terlibat dalam pembunuhan tersebut."

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV/Straits Times


TERBARU