> >

China Desak Bank Dunia dan IMF Cairkan Dana Pembiayaan Afghanistan

Kompas dunia | 28 Oktober 2021, 16:24 WIB
Menlu China Wang Yi pada Rabu (27/10/2021) mendesak Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional IMF untuk melanjutkan dukungan pembiayaan ke Afghanistan. "Afghanistan membutuhkan kebangkitan di semua lini, dan pembangunan adalah prioritas utama," kata Wang, saat berbicara dengan menteri luar negeri Pakistan (Sumber: fmprc.gov.cn)

BEIJING, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada Rabu (27/10/2021) mendesak Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional IMF untuk melanjutkan dukungan pembiayaan ke Afghanistan yang kekurangan dana untuk rekonstruksi.

Pengambilalihan Taliban pada Agustus menyebabkan miliaran dolar aset dan cadangan devisa bank sentral Afghnistan dibekukan dan lembaga keuangan internasional menangguhkan akses ke dana tersebut, meskipun bantuan kemanusiaan terus mengalir.

Bank kehabisan uang, pegawai negeri belum dibayar dan harga pangan melonjak.

IMF mengatakan pada hari Selasa bahwa ekonomi Afghanistan akan berkontraksi hingga 30 persen tahun ini, yang potensial memicu krisis pengungsi.

Baca Juga: China Makin Gencar Bujuk Rayu Taliban, Janji Bantu Bangun Kembali Afghanistan

Warga Afghanistan mengangkat karung gandum bantuan WFP di Kandahar, 19 Oktober 2021. Jutaan warga Afghanistan, termasuk anak-anak, bisa mati kelaparan kecuali jika ada tindakan sangat segera untuk menarik Afghanistan kembali dari ambang kehancuran, seorang pejabat senior PBB. (Sumber: Straits Times via AFP)

"Afghanistan membutuhkan kebangkitan di semua lini, dan pembangunan adalah prioritas utama," kata Wang, berbicara melalui tautan video ke menteri luar negeri dari tetangga Afghanistan.

Dia memperbarui seruan kepada Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya untuk mencabut sanksi sepihak terhadap Afghanistan dan agar Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyediakan lebih banyak vaksin dan pasokan medis untuk membantu Afghanistan memerangi Covid-19.

China telah mengatakan akan mengirimkan bantuan kemanusiaan darurat senilai 30 juta dollar ke Afghanistan.

China selalu menyerukan komunitas internasional untuk melibatkan diri dan bukan mengisolasiTaliban.

"Kesan saya secara keseluruhan adalah Taliban sangat ingin berdialog dan bekerja sama dengan pihak luar, dan mereka serius tentang ini," kata Wang.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV/Straits Times


TERBARU