> >

The Fed Larang Pejabat dan Staf Trading Saham

Kompas dunia | 22 Oktober 2021, 14:05 WIB
Ketua Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed Jerome Powell (Sumber: AFP)

NEW YORK, KOMPAS.TV- Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve akan melarang pejabat dan stafnya untuk membeli saham dan membatasi pembelian investasi lainnya. Hal itu menyusul kontroversi terungkapnya 2 pejabat The Fed yang ketahuan trading saham dan obligasi.

Selain melarang pembelian saham, The Fed juga membatasi pembelian investasi lain seperti reksa danadan obligasi. Tujuannya untuk menghindari konflik kepentingan jajaran The Fed saat akan berinvestasi.

"Aturan baru yang keras ini menaikkan standar tinggi untuk meyakinkan publik bahwa kami melayani, bahwa semua pejabat senior kami mempertahankan fokus tunggal pada misi publik Federal Reserve," kata Gubernur The Fed Jerome Powell dikutip dari Bloomberg, Jumat (22/10/2021).

Dalam kebijakan barunya, jika pejabat dan staf The Fed akan berinvestasi, mereka wajib memberi tahu 45 hari sebelumnya. Baik untuk transaksi pembelian dan penjualan.

Sedangkan khsus transaksi surat berharga, mereka harus mendapat persetujuan lebih dulu untuk bisa membeli dan menjualnya. Jika sudah membeli investasi, mereka harus memegangnya selama setahun sebelum bisa dijual kembali.

Baca Juga: Kerajaan Bisnis Haji Isam, Pemilik Pabrik Rp2 T yang Baru Diresmikan Jokowi

"Tidak ada pembelian atau penjualan yang akan diizinkan selama periode tekanan pasar keuangan yang meningkat," ujar Powell.

Larangan itu mencakup pembuat kebijakan utama seperti mereka yang duduk di Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), bersama dengan staf senior. Mereka juga dilarang untum berinvestasi pada obligasi individu, membeli produk investasi turunan atau derivatif, atau berinvestasi di sekuritas agensi.

Sebelumya, 2 pejabat The Fed terindikasi melakukan trading saham dan obligasi pada tahun lalu. Mereka adalah Presiden The Fed Dallas Robert Kaplan dan Presiden The Fed Boston Eric Rosengren. Keduanya terindikasi melakukan trading di saham dan obligasi pada tahun 2020.

Hal itu terungkap dari laporan 12 presiden regional The Fed. Robert Kaplan tercatat melakukan trading beberapa saham senilai 1 juta dollar AS atau lebih pada tahun 2020. Kaplan mentransaksikan saham Apple, Amazon, dan Delta Air Lines.

Sedangkan Eric Rosengren mentrasaksikan saham properti dan produsen kendaraan. Rosengren juga memegang saham Pfizer, Chevron dan AT&T dengan nilai transaksi puluhan hingga ratusan ribu dolar AS.

Baca Juga: Singapura Krisis Energi Gara-gara Pasokan LNG dari Indonesia Berkurang

Jerome Powell mengaku tidak mengetahui tindakan keduanya sampai sejumlah media AS memberitakannya. Ia pun langsung menggelar konferensi pers untuk meluruskan  masalah tersebut.

"Kami sangat memahami bahwa kepercayaan rakyat AS sangat penting bagi kami untuk menjalankan misi kami secara efektif. Dan itulah mengapa saya mengarahkan The Fed untuk melakukan tinjauan komprehensif tentang etika terkait kepemilikan dan aktivitas keuangan yang bersangkutan," terang Powell dalam konferensi pers pada Kamis (23/9/2021).

Ia meminta para pejabat di The Fed harus menjadi contoh, dengan tidak melakukan hal yang melanggar etika. Dalam kode etik The Fed, tercantum aturan seorang karyawan The Fed dilarang menggunakan informasi non-publik untuk tujuan apa pun selain bisnis The Fed.

Disebutkan juga seorang karyawan The Fed yang memiliki pengetahuan tentang informasi FOMC Kelas I dilarang terlibat dalam transaksi keuangan apa pun yang dapat menimbulkan kesan bertindak sebagai orang dalam yang mengetahui informasi mengenai pertimbangan dan tindakan The Fed.

Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti

Sumber :


TERBARU