> >

Ingin Ramah Lingkungan, El Salvador Tambang Bitcoin Pakai Panas Gunung Api

Kompas dunia | 16 Oktober 2021, 12:46 WIB
Pembangkit listrik La Geo, Berlin, El Salvador yang menjadi tempat penambangan Bitcoin. Foto diambil dari udara pada Jumat (15/10/2021). (Sumber: Salvador Melendez/Associated Press)

SAN SALVADOR, KOMPAS.TV - El Salvador menjadi negara pertama yang mengadopsi Bitcoin sebagai mata uang nasional. Mata uang kripto itu sah menjadi alat transaksi di El Salvador dan negara berupaya ikut menambangnya.

Presiden El Salvador Nayib Bukele pun berjanji akan menggunakan energi terbarukan yang murah untuk menambang Bitcoin.

Aktivitas penambangan Bitcoin sendiri menuai kritik. Pasalnya, aktivitas ini mengonsumsi listrik secara masif dan meninggalkan jejak karbon yang tinggi.

Baca Juga: Bitcoin Resmi Jadi Alat Pembayaran di El Salvador

Sebagai solusi, Presiden Bukele hendak menggunakan listrik dari sumber energi geotermal untuk menambang Bitcoin.

Salah satu pembangkit listrik yang sudah digunakan ada di dekat Gunung Api Tecapa, sekitar tiga jam perjalanan ke timur dari ibu kota San Salvador. Pemerintah memasang ratusan CPU di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi La Geo di Berlin, Usulutan.

Associated Press melaporkan, 300 CPU beroperasi dalam sebuah rumah gandeng di pembangkit listrik itu. Mereka beroperasi siang dan malam memverifikasi transaksi Bitcoin.

Fasilitas tersebut menggunakan uap bertekanan tinggi yang dihasilkan panas gunung api di bawah tanah, sesuatu yang ingin dikembangkan Bukele.

“Kami tidak bergantung pada minyak, gas alam, atau sumber energi lain yang tidak terbarukan,” kata Presiden Komite Eksekutif Pembangkit Listrik Tenaga Air Rio Lempa, El Salvador, Daniel Avarez.

Akan tetapi, kebijakan pemerintah El Salvador tetap dikritik kendati berupaya ramah lingkungan. Pasalnya, menurut direktur organisasi lingkungan El Salvador, Luis Gonzalez, energi terbarukan lebih baik digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi warga.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Associated Press


TERBARU